PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone   
30 Oktober 2025
SPORTS - MOTOR
Bos Baru KTM Ingin Pangkas Anggaran Balapan


Rajiv Bajaj, CEO Bajaj Auto, pemilik baru KTM, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa mereka akan memangkas pengeluaran di beberapa area, termasuk olahraga, sebesar 50 persen, dan menyebut pemilik sebelumnya, Stefan Pierer, sebagai orang yang serakah.

Berita mengkhawatirkan datang dari India, dimana direktur utama Bajaj Auto, perusahaan yang diperkirakan akan mengambil alih kendali penuh atas KTM pada November mendatang, mengungkapkan rencananya. Dalam sebuah wawancara, Rajiv Bajaj mengatakan akan memangkas biaya hingga 50 persen di berbagai departemen, termasuk balap, yang secara langsung berdampak pada tim KTM dan tim satelit Tech3.

"Kami melihat ada peluang untuk mengurangi biaya overhead lebih dari 50 persen, termasuk di bagian Riset dan Pengembangan, pemasaran, operasional, dan administrasi umum. Menariknya, dari 4.000 orang yang saat ini dipekerjakan di KTM, hanya sekitar 1.000 orang yang bekerja secara manual, 3.000 orang lainnya bekerja di bagian administrasi, hal ini membingungkan karena karyawan manual yang membuat motor," jelas Rajiv Bajaj, CEO Bajaj Auto dalam sebuah wawancara dengan CNBC-TV18 yang berbasis di Mumbai, India.


Meskipun setelah beberapa kali mendapat suntikan dana untuk menyelamatkan KTM, perusahaan India ini sekarang mengendalikan KTM, namun masih menunggu persetujuan dari Komisi Eropa untuk memberikan lampu hijau bagi penjualan pabrikan asal Austria tersebut.

"Saat ini, semua persetujuan yang terkait dengan merger dan akuisisi sudah tersedia, dan saya rasa persetujuan yang perlu diperoleh dalam hal persetujuan investasi asing juga telah disetujui. Kami sekarang sedang menunggu persetujuan utama dari komisi pengambilalihan. Kami memahami bahwa hal itu dapat diperoleh pada November. Kami berharap hasilnya positif, yang berarti bahwa setelah hampir 18 tahun menjadi mitra minoritas, kami akan menjadi pemegang saham 76 persen di KTM AG dan, dari sekadar pengamat, kami akan mengambil alih kendali," katanya.

Stefan Pierer, Red Bull KTM Factory Racing

Rajiv Bajaj tidak menggunakan kata sifat untuk menggambarkan kinerja pemegang saham terbesar KTM sebelumnya, Stefan Pierer, yang ia tuduh sebagai penyebab kebangkrutan perusahaan.

"Kami terkejut, sebagian besar industri ini cukup terkejut dengan kecepatan semua ini terjadi. Pikiran saya kembali ke 30 tahun yang lalu ketika guru manajemen pertama saya, Dr. John Wallace, mengatakan kepada saya bahwa alasan utama dari kehancuran perusahaan adalah keserakahan. Saya benar-benar menyaksikan perkembangan ini di KTM dalam dua belas bulan terakhir ini. Secara umum, saya akan mengatakan ada tiga jenis keserakahan," ucap Bajaj kepada mantan CEO tersebut.

"Pertama, keserakahan operasional, yang paling baik dicontohkan dalam dua tahun terakhir, ketika KTM Austria terus berproduksi secara berlebihan, meskipun permintaan puncak setelah COVID-19 telah mereda. Akibatnya, dealer dan distributor menumpuk inventaris lebih dari satu tahun, yang sejujurnya tidak masuk akal.

"Keserakahan strategis. Perusahaan sering kali masuk ke dalam bisnis yang seharusnya tidak mereka masuki. Dalam kasus KTM Austria, contoh terbaiknya adalah masuknya mereka ke dalam bisnis sepeda (...) yang tidak memiliki sinergi nyata dengan bisnis intinya," ia mengingat kegagalan besar divisi sepeda merek oranye ini.

Pedro Acosta, Red Bull KTM Factory Racing

"Dua faktor ini dikombinasikan untuk membuat KTM bangkrut dalam hitungan bulan. Bisa dibilang Bajaj adalah bagian dari hal itu, dan saya akui bahwa ya, kami juga menjadi bagian dari apa yang salah, tetapi sebagai mitra minoritas, kami tidak bisa menghindarinya."

"Saya dapat mengatakan bahwa kami telah melakukan yang terbaik untuk melawannya, sedemikian rupa sehingga akhirnya mengarah pada jenis keserakahan ketiga, yang dapat disebut keserakahan tata kelola, di mana keputusan-keputusan tertentu diambil tanpa sepengetahuan kami, tanpa informasi dari kami, atau terkadang tanpa mengikuti proses yang semestinya," lanjutnya.

Di antara banyak pertanyaan lainnya, CEO Bajaj Auto ditanya bagaimana ia akan mencapai pengurangan seperti yang ia usulkan. "Sangat mudah untuk mencapainya. Kami melihat adanya peluang untuk mengurangi biaya overhead hingga lebih dari 50 persen, termasuk penelitian dan pengembangan, pemasaran (termasuk balap), operasional dan administrasi umum," jelasnya.

"Manajemen sebelumnya telah mengurangi tenaga kerja dari 6.000 menjadi 4.000 orang, yang masih dianggap terlalu banyak. Menariknya, dari 4.000 orang tersebut, hanya sekitar 1.000 orang yang merupakan pekerja, 3.000 orang adalah karyawan administrasi, yang membingungkan."

"Hal ini mengingatkan saya pada perkataan Mark Zuckerberg tentang manajer yang mengatur manajer yang mengatur mereka yang melakukan pekerjaan. Manajemen yang berlebihan dan birokrasi dalam organisasi yang sangat baik ini sangat mengejutkan," pungkas eksekutif asal India ini.

Sumber : id.motorsport.com
viewed :: 1246
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net