PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone   
14 Agustus 2025
HEADLINE - MOBIL
Suzuki Belum Minat Bermain Di Elektrifikasi Untuk Segmen Komersial


Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor dan PT Suzuki Indomobil Sales Minoru Amano dalam sebuah diskusi di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, dalam waktu dekat pihaknya belum memiliki minat untuk mengubah Suzuki Carry menjadi elektrik.

“Suzuki Carry dijadikan EV, ini merupakan salah satu alternatif yang mungkin kita inginkan juga. Tapi kendaraan komersial ini kan berkaitan dengan beban,” kata Minoru Amano di ICE BSD, Tangerang.

Menurut dia, baterai yang ada saat ini masih memiliki bobot yang cukup berat untuk ditanamkan di kendaraan komersial yang mereka miliki, yakni Suzuki Carry. Meski kendaraan tersebut menjadi tulang punggung penjualan Suzuki saat ini.


Baterai memang masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan kendaraan komersial berbasis listrik. Selain itu, jarak tempuh yang terbatas juga menjadi hambatan besar bagi adopsi kendaraan elektrik saat ini, terutama bagi pelaku usaha yang membutuhkan mobilitas tinggi dan jangkauan luas.

Bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), kebutuhan perjalanan sering kali tidak terbatas dan bervariasi, sehingga jarak tempuh yang pendek dapat menimbulkan kekhawatiran. Hal ini membuat sebagian pengguna merasa ragu untuk beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik, terutama untuk penggunaan harian yang intensif.

Penggunaan Suzuki Carry, menurut dia, saat ini masih banyak berfokus pada area perkebunan seperti kelapa sawit, selain juga digunakan oleh pelaku UMKM. Hal ini menunjukkan bahwa pasar kendaraan komersial listrik masih menghadapi tantangan penyesuaian sesuai kebutuhan medan dan jarak operasional.

“Kalau kendaraan listrik itu, jarak tempuh menjadi pertimbangan utama. Penggunaan Suzuki Carry masih banyak di Kalimantan untuk sektor sawit. Namun, kalau digunakan di kota besar, ide tersebut cukup menarik,” jelasnya, menyoroti potensi pasar perkotaan.

Sepanjang Mei 2025, Suzuki Carry mencatatkan penjualan ritel yang cukup tinggi, yakni 55,47 persen dari total penjualan mobil Suzuki. Angka tersebut memperlihatkan dominasinya di segmen kendaraan niaga ringan.

Pencapaian tersebut juga menandakan adanya peningkatan sekitar 21 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan di sektor UMKM dan juga kepuasan pelanggan terhadap performa kendaraan tersebut.

Untuk wilayah yang memiliki kontribusi terbesar dalam penjualan kendaraan niaga ringan ini masih di area Jabodetabek, terutama dari sektor perdagangan dan jasa. Kendaraan ini dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan niaga, seperti distribusi barang, logistik harian, hingga pengangkutan bahan pangan.

Tidak hanya wilayah Jabodetabek, wilayah lain seperti Bali juga mencatatkan kontribusi yang cukup baik. Hal ini dikarenakan meningkatnya kebutuhan sektor pariwisata, hotel, dan restoran.

Sementara itu, Jawa Timur menonjol lewat aktivitas perdagangan antar wilayah yang padat, dengan New Carry menjadi mitra andalan para pelaku usaha mikro dan menengah di area urban maupun sub-urban.

Kendaraan niaga ini memang banyak dimanfaatkan oleh para pelaku usaha menengah yang mengandalkan kendaraan untuk kegiatan operasional harian baik untuk meningkatkan perdagangan mereka seperti distributor bahan bangunan, makanan dan kebutuhan pokok, serta sektor jasa seperti logistik, antar-jemput barang, hingga servis keliling.

Sumber : otomotif.antaranews.com
viewed :: 1208
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net