PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone   
05 Agustus 2025
HEADLINE - MOBIL
Toyota Tarik 69.586 Kendaraan Karena Kerusakan Kluster Instrumen


Toyota dikabarkan telah menarik kembali (recall) sebanyak 69.586 unit kendaraan dengan alasan potensi kerusakan pada kluster instrumen digital 12,3 inci di Australia. Dilaporkan Drive beberapa waktu yang lalu, kendaraan yang terdampak diproduksi antara Juli 2022 dan April 2025.

Adapun beberapa di antaranya seri Toyota C-HR, Camry, Corolla, Corolla Cross, GR Corolla, GR Yaris, Kluger, dan RAV4 model tahun 2022-2025. Namun demikian, tidak semua kendaraan yang diproduksi selama periode ini terdampak, dan beberapa mungkin telah dijual di kemudian hari.

"Ada kemungkinan layar akan kosong saat kendaraan dinyalakan dan akan tetap dalam kondisi ini,� demikian pemberitahuan penarikan kembali yang diterbitkan oleh Toyota Australia. Menurut Toyota Australia, kerusakan tersebut dapat disebabkan karena pemrograman meter kombinasi yang tidak tepat, sehingga dapat menyebabkan perangkat memori rusak lebih awal dari yang seharusnya.


Tanpa adanya tampilan kluster instrumen digital, pengemudi akan kehilangan akses terhadap informasi penting yang biasanya tersedia secara real-time saat mengemudi. Salah satu yang paling krusial adalah absennya speedometer, yang berfungsi menunjukkan kecepatan kendaraan secara akurat setiap saat selama perjalanan berlangsung.

Kondisi ini sangat berpotensi menimbulkan situasi berbahaya, terutama saat pengemudi tidak menyadari kecepatan aktual kendaraannya. Tanpa informasi tersebut, pengemudi bisa melaju melebihi batas kecepatan yang ditentukan tanpa sengaja, atau terlalu lambat hingga mengganggu arus lalu lintas.

Selain itu, tidak adanya peringatan dalam sistem instrumen digital akan membuat pengemudi tidak mengetahui apabila terjadi kegagalan fungsi kendaraan, misalnya kerusakan sistem pengereman, tekanan ban rendah, atau mesin mengalami gangguan serius.

Dalam kondisi tertentu, kelalaian dalam mengetahui masalah teknis akibat ketiadaan sistem peringatan bisa memperbesar risiko kecelakaan. Terutama di jalan raya dengan lalu lintas padat atau saat cuaca buruk, pengemudi sangat bergantung pada notifikasi dan indikator kendaraan.

Namun, di sisi lain, pabrikan mobil asal Jepang tersebut menyatakan bahwa kendaraan masih bisa dikemudikan secara normal meskipun instrumen digital tidak berfungsi. Pernyataan ini bertujuan menenangkan pemilik mobil agar tidak panik apabila menghadapi masalah tersebut.

Merek tersebut juga mengimbau kepada para pemilik agar tetap waspada dan tidak mengabaikan tanda-tanda lain yang bisa mengindikasikan adanya kerusakan, meskipun tidak muncul di kluster instrumen digital. Kewaspadaan pengemudi menjadi sangat penting dalam situasi seperti ini.

Sebagai langkah pencegahan, pemilik kendaraan diminta untuk segera menghubungi diler resmi terdekat jika merasakan ada gejala kerusakan, agar kendaraan dapat segera diperiksa dan diperbaiki oleh teknisi yang berkompeten sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.

Sumber : otomotif.antaranews.com
viewed :: 1172
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net