PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone   
01 Agustus 2025
HEADLINE - MOBIL
Baru Meluncur, Mobil Listrik Xiaomi YU7 Alami Masalah Ini


Mobil listrik kedua dari Xiaomi yaitu YU7 mendapat sambutan hangat, dengan pemesanan yang membludak dengan pemesanan diklaim sudah mencapai 300 ribu unit. Namun, ditengah pencapaian gemilang itu ada kabar tak sedap datang dari salah satu produsen teknologi terbesar di China itu, di mana ada masalah pada YU7 Max.

Menurut laporan dari Carnewchina, beberapa waktu yang lalu, mobil listrik tersebid dicoba di sirkutit Tianji, dan kampas remnya tiba-tiba mengalami masalah bahkan hingga terbakar, ketika digunakan beberapa putaran dengan kecepatan tinggi.

Rem pada Xiaomi YU7 suhunya naik bahkan melampaui 619 derajat celcius, yang mengakibatkan keluarnya asap dari hub roda dan api dari kaliper rem depan. Terkait masalah tersebut, Xiaomi angka bicara dan mengonfirmasi bahwa kendaraan tersebut tidak ada hentinya dan panas menumpuk secara berlebihan.


Menurut penjelasan dari Xiaomi, api yang terlihat berasal dari bahan organik yang terdapat di dalam bantalan rem. Bahan organik ini memiliki sifat yang memungkinkan terjadinya pembakaran singkat saat terkena suhu ekstrem, yakni di atas 600 derajat Celsius. Fenomena ini bukan merupakan kerusakan sistemik, melainkan reaksi normal dari komponen organik saat berada dalam kondisi panas tinggi.

Bahan organik pada bantalan rem memang umum digunakan karena memiliki keunggulan dalam hal gesekan yang stabil dan efisiensi pengereman. Namun, dalam kondisi tertentu, terutama saat pengereman berat atau penggunaan terus-menerus dalam waktu lama, suhu komponen bisa meningkat drastis dan memicu nyala api sesaat. Hal ini bisa terlihat dramatis, tetapi secara teknis masih dalam batas aman.

Xiaomi juga menjelaskan bahwa peristiwa munculnya api tersebut bukan disebabkan oleh malfungsi komponen mekanis atau kegagalan desain sistem pengereman. Reaksi semacam ini sudah dipertimbangkan dalam proses pengembangan dan pengujian produk, sehingga tidak menimbulkan gangguan berarti terhadap kinerja kendaraan secara keseluruhan. Ini menunjukkan bahwa peristiwa itu bukanlah insiden berbahaya.

Perusahaan menekankan bahwa sekalipun muncul api dari bantalan rem, sistem rem secara keseluruhan tetap bekerja normal. Tidak ada kehilangan fungsi atau penurunan kinerja pengereman yang berdampak pada keselamatan pengemudi maupun penumpang. Sistem pengereman tetap menjaga performa optimal bahkan setelah paparan suhu tinggi tersebut.

Fungsi pengereman yang tetap terjaga menjadi salah satu indikator bahwa sistem keamanan kendaraan telah dirancang dengan mempertimbangkan skenario ekstrem. Hal ini menunjukkan komitmen Xiaomi dalam memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap produk otomotifnya. Mereka juga menyatakan bahwa pemantauan rutin tetap dilakukan untuk menjamin kualitas.

Dengan pernyataan tersebut, Xiaomi berharap publik tidak salah menafsirkan peristiwa tersebut sebagai kegagalan produk. Edukasi terhadap karakteristik teknis bahan organik pada rem menjadi penting, agar tidak muncul ketakutan yang tidak berdasar. Mereka juga membuka saluran komunikasi bagi pengguna yang membutuhkan klarifikasi lebih lanjut.

Xiaomi mengklaim kendaraan tersebut juga tidak mengaktifkan ‘Master Mode‘ YU7 Max dengan ‘Enhanced Energy Recovery,‘ sebuah fitur yang menyediakan pengereman regeneratif hingga 0,2G dalam kondisi sirkuit tertentu, mengurangi beban rem mekanis dan membantu mengelola panas. Tanpa fungsi ini, seluruh beban pengereman jatuh pada sistem gesekan, sehingga meningkatkan risiko kelebihan beban termal.

Sumber : voi.id
viewed :: 1203
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net