PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone   
18 Juli 2025
HEADLINE - MOBIL
BAIC Gelontorkan Rp20 Miliar Untuk Produksi Lokal BJ40 Plus


BAIC Indonesia mulai merakit lokal mobilnya dan model pertama yaitu BJ40 Plus, sebuah suv offroad yang memiliki tampilan kekar. Untuk merakit mobil tersebut, BAIC menggelontorkan investasi lebih dari Rp20 miliar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Chief Operating Officer BAIC Indonesia Dhani Yahya. Ia mengungkapkan, dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan peralatan khusus, hingga infrastruktur penunjang.

"Bicara investasi dari JIO sendiri untuk peralatan dan lainya itu mencapai Rp15-20 miliar, tapi itu belum termasuk kontribusi dari pihak HIM," katanya, saat ditemui di Purwakarta, Jawa Barat, baru-baru ini.


Seperti diketahui, BAIC Indonesia melakukan kerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM) untuk merakit mobilnya di tanah air. Untuk tahap pertama, fasilitas tersebut memiliki kapasitas 800 unit per bulan.

Saat ini, BJ40 Plus menjadi model pertama yang dirakit lokal, tapi tidak menutup kemungkinan model lainya juga akan dirakit di Indonesia dengan pabrik yang sama. "Kita juga akan merakit BJ30 hybrid, dan juga mobil listrik di tahun depan. Karena kontrak kita dengan Handal itu tiga tahun," tambahnya.

JIO sendiri berencana untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk ekspor ke pasar Asia Tenggara. Langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memperluas cakupan bisnisnya di kawasan yang terus tumbuh secara ekonomi dan strategis dalam sektor otomotif dan teknologi. Dengan memanfaatkan posisi geografis Indonesia yang strategis serta potensi pasarnya yang besar, JIO berharap dapat menjangkau lebih luas lagi konsumen di negara-negara ASEAN lainnya.

Tak hanya itu, JIO juga membuka kemungkinan untuk membangun pabrik sendiri di Indonesia, sebuah langkah besar yang akan memperkuat kehadiran dan daya saingnya di wilayah ini. Rencana tersebut akan direalisasikan jika pasar menunjukkan prospek yang positif dan menjanjikan. Mereka melihat Indonesia tidak hanya sebagai pasar konsumtif, tetapi juga sebagai pusat produksi dan distribusi utama di Asia Tenggara.

Pendirian pabrik sendiri dipandang sebagai investasi jangka panjang yang memungkinkan JIO untuk lebih mandiri dalam proses manufaktur, mengurangi biaya logistik, dan meningkatkan efisiensi distribusi produk ke negara-negara tetangga. Rencana ini tentu memerlukan kajian mendalam mengenai infrastruktur, tenaga kerja, insentif Pemerintah, serta kondisi pasar lokal yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Selain itu, perpanjangan kontrak kerja sama dengan mitra lokal juga menjadi opsi yang sedang dipertimbangkan sebelum benar-benar memutuskan untuk membangun fasilitas produksi secara mandiri. Langkah ini memungkinkan JIO menguji stabilitas dan respons pasar terhadap produk mereka, sambil tetap menjaga kelangsungan produksi yang ada saat ini melalui mitra yang sudah berjalan.

"Sehabis kontrak kita perpanjang atau membangun pabrik sendiri apabila pasarnya positif," tutupnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa keputusan akhir akan sangat bergantung pada dinamika pasar dan hasil evaluasi bisnis yang mendalam. JIO tampaknya ingin memastikan setiap langkah strategis diambil dengan penuh pertimbangan agar sejalan dengan tujuan ekspansi jangka panjang di Asia Tenggara.

Sumber : voi.id
viewed :: 1140
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net