PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal Lengkap Grand Prix F1 Kanada 2026   
19 Juni 2026
SPORTS - MOBIL
Faktor Penting Di Balik Penurunan Honda Usai Pisah Dari Red Bull


Presiden Honda Racing Corporation, Koji Watanabe, menyoroti beberapa faktor "penting" yang harus diperhatikan setelah penurunan dramatis yang dialami pabrikan ini usai beralih dari Red Bull ke Aston Martin. Selama bertahun-tahun, pabrikan asal Jepang ini memasok Red Bull dengan mesin terkuat di grid, yang membantu Max Verstappen meraih empat gelar juara dunia secara berturut-turut.

Meski ada perubahan signifikan dalam regulasi unit tenaga, banyak yang awalnya mengharapkan Honda dapat mentransformasi Aston Martin dan memberikannya dorongan yang diperlukan untuk bersaing dengan tim-tim papan atas. Sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya. Saat ini, unit tenaga Honda dianggap sebagai yang terlemah di grid dengan margin yang cukup besar, sekaligus terbukti menjadi yang paling tidak andal.

Hal ini menambah tekanan bagi Honda untuk mengubah keadaan, mengingat investasi Lawrence Stroll di Aston Martin. Watanabe menjelaskan tantangan dalam beradaptasi dengan banyak elemen baru. 


"Penting untuk menyadari bahwa situasi saat ini sangat berbeda dibandingkan saat kami bekerja sama dengan Red Bull," ujar Watanabe kepada F1. "Regulasi cukup sulit, kemitraan baru dengan Aston Martin, bahan bakar dari Aramco – mitra baru – dan pelumas dari Valvoline, juga baru. Jadi semuanya baru bagi kami dan ini tidak mudah."

Pada masa dominasi Red Bull bersama Max Verstappen, tim tersebut memang masih menggunakan mesin Honda sebagai sumber tenaga utama. Namun, pabrikan asal Jepang itu sebenarnya telah mengumumkan pengunduran diri dari Formula 1 pada akhir musim 2021. Setelah keputusan tersebut diambil, Honda tidak lagi berpartisipasi penuh sebagai pabrikan, melainkan hanya melanjutkan dukungan teknis kepada tim asal Austria tersebut.

Meskipun Honda secara resmi keluar dari Formula 1 pada penghujung 2021, kerja sama teknis dengan Red Bull tetap berlanjut untuk mendukung operasional mesin yang digunakan tim tersebut. Situasi ini terjadi ketika Red Bull sedang menikmati periode kesuksesan yang luar biasa bersama Verstappen. Dengan demikian, Honda masih memiliki keterlibatan tertentu meskipun tidak lagi berstatus peserta penuh di kejuaraan.

Menurut penjelasan Watanabe, Honda membutuhkan waktu sekitar 18 bulan untuk mengambil keputusan terkait kembalinya mereka ke Formula 1 pada musim 2026. Proses pengambilan keputusan tersebut tidak berlangsung cepat karena perusahaan harus mempertimbangkan berbagai aspek strategis dan teknis. Akibatnya, pengembangan awal unit tenaga yang kini digunakan oleh Aston Martin mengalami keterlambatan dibandingkan rencana ideal.

Watanabe menjelaskan bahwa dampak dari keputusan mundur sebelumnya masih terasa ketika Honda mempersiapkan proyek Formula 1 yang baru. Ia menyebut bahwa proses pemulihan dari keterlambatan yang disebabkan oleh pengunduran diri tersebut membutuhkan waktu yang tidak singkat. Kondisi itu menjadi salah satu tantangan utama yang harus dihadapi perusahaan dalam mengembangkan program mesin generasi berikutnya.

Selain keterlambatan dalam memulai pengembangan, Honda juga harus menghadapi tantangan lain yang tidak kalah penting. Watanabe mengungkapkan bahwa perusahaan memerlukan waktu untuk membangun kembali kapasitas dan kemampuan teknis yang dibutuhkan guna mendukung proyek Formula 1. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memastikan kesiapan organisasi untuk kembali bersaing di level tertinggi balap mobil dunia.

Watanabe menambahkan bahwa pengembalian talenta yang diperlukan juga menjadi faktor signifikan dalam proses persiapan Honda menuju musim 2026. Setelah sebelumnya keluar dari Formula 1, perusahaan harus kembali mengumpulkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian sesuai kebutuhan proyek. Kombinasi antara keterlambatan pengembangan, pembangunan kembali kapasitas, serta pemulihan talenta menjadi tantangan besar yang harus diatasi Honda.

Sumber : ligaolahraga.com
viewed :: 140
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net