| » Jadwal MotoGP Catalunya - Spanyol 2026 « | » Jadwal WorldSBK Autodrom Most - Ceko 2026 « |
|
15 Mei 2026
HEADLINE - MOBIL
Nissan Taruhan Besar Pada AI Dan Restrukturisasi Besar-besaran
![]() Di tengah tantangan pasar yang kian kompetitif, Nissan Motor Co. akhirnya menyingkap strategi besar untuk bangkit dari kelesuan. Dalam konferensi pers yang digelar di Yokohama, beberapa waktu yang lalu, CEO Nissan Ivan Espinosa memaparkan visi manajemen jangka panjang yang akan mengubah wajah sang produsen otomotif Jepang ini secara total. Langkah ini bukan sekadar penyegaran produk, melainkan sebuah transformasi teknologi dan struktural yang drastis. Fokus utama dalam strategi "kebangkitan" ini adalah teknologi berkendara otonom berbasis Kecerdasan Buatan (AI). Nissan menargetkan sistem canggih ini akan tersemat di 90 persen dari seluruh jajaran model masa depannya. Era baru ini akan dimulai lebih cepat dari dugaan. Nissan mengonfirmasi bahwa teknologi otonom generasi berikutnya akan diperkenalkan pada akhir tahun fiskal 2027 melalui MPV premium mereka, Elgrand. Model Elgrand terbaru sendiri dijadwalkan meluncur ke pasar pada musim panas tahun ini, menandakan kesiapan Nissan dalam mengadopsi teknologi pintar secara massal. Perampingan Portofolio dan Amunisi Baru Untuk meningkatkan efisiensi, Nissan akan melakukan diet ketat pada lini produknya. Jumlah model yang dipasarkan akan dipangkas secara signifikan dari 56 model menjadi hanya 45 model. Strategi ini bertujuan agar perusahaan bisa lebih fokus pada kendaraan yang memiliki permintaan tinggi dan nilai inovasi lebih besar. ![]() New X?Trail and Rogue Hybrid e?POWER Meski jumlah model berkurang, Nissan tetap menyiapkan amunisi baru di segmen ramah lingkungan, di antaranya X-Trail Hybrid versi terbaru dari SUV populer yang lebih efisien, lalu ada Juke Elektrik Penutupan Pabrik dan PHK Namun, visi masa depan ini datang dengan konsekuensi berat. Sebagai bagian dari langkah restrukturisasi untuk menyehatkan keuangan perusahaan, Nissan mengumumkan rencana penutupan tujuh pabrik di Jepang dan luar negeri. Salah satu yang terdampak adalah pabrik strategis Oppama di Yokosuka, Prefektur Kanagawa. Langkah efisiensi yang dijalankan perusahaan juga mencakup pengurangan jumlah tenaga kerja dalam skala besar di berbagai wilayah operasionalnya. Dalam kebijakan tersebut, perusahaan berencana memangkas sekitar 20.000 karyawan secara global sebagai bagian dari strategi restrukturisasi untuk menyesuaikan kebutuhan bisnis dengan perkembangan industri otomotif yang terus berubah. Kebijakan pengurangan tenaga kerja tersebut disebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis di tengah persaingan industri kendaraan modern. Langkah ini dilakukan seiring perubahan besar pada sektor otomotif yang kini semakin berfokus pada teknologi elektrifikasi dan sistem kendaraan otomatis. Dalam pemaparannya yang dikutip dari laporan Kyodo News, Espinosa menyebut keputusan tersebut memang tidak mudah untuk diambil oleh perusahaan. Namun menurutnya, kebijakan itu menjadi langkah penting agar perusahaan tetap mampu bertahan serta menjaga daya saing di tengah perubahan besar industri mobilitas global yang terus berkembang dengan cepat. Espinosa menjelaskan bahwa keputusan restrukturisasi tersebut dinilai krusial untuk memastikan perusahaan tetap relevan di era mobilitas baru yang semakin mengandalkan teknologi otomatis dan kendaraan terelektrifikasi. Melalui langkah efisiensi itu, perusahaan berharap dapat memperkuat posisi bisnis sekaligus menyesuaikan arah pengembangan produk dengan kebutuhan pasar otomotif masa depan. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
