|
09 Januari 2026
HEADLINE - MOBIL
BYD Bangun Pabrik EV Baru Di Malaysia
![]() BYD terus memperluas jejaknya di wilayah Asia Tenggara (ASEAN) dengan membangun pabrik mobil listrik baru di Malaysia. Fasilitas produksi tersebut berlokasi di KLK TechPark, Tanjong Malim, dan berdiri di atas lahan sekitar 600.000 meter persegi. Mengutip media, beberapa waktu yang lalu, proses pembangunan sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu dan ditargetkan beroperasi pada paruh kedua tahun 2026. Kehadiran pabrik ini tentunya bakal membawa perubahan besar bagi strategi BYD ASEAN, khususnya di Malaysia. Dengan fasilitas produksi lokal, pabrikan asal Shenzhen, Cina ini dapat menghadirkan mobil listrik berbasis baterai yang benar-benar dirakit dalam negeri, memperkuat posisinya di pasar yang terus berkembang. Perlu diketahui, sejauh ini BYD mencatat penjualan sekitar 25.000 unit di Malaysia, menjadikan mereka sebagai merek EV terlaris di negara tersebut. Perjalanan BYD di Malaysia dimulai pada akhir 2022 melalui peluncuran Atto 3. Sejak itu, portofolio produknya terus bertambah dengan hadirnya Atto 2, Seal 6, M6, hingga Sealion 7. Ekspansi mereka juga didukung jaringan distribusi yang kian luas, mencakup 39 outlet penjualan dan pemasaran, 24 pusat layanan, 12 fasilitas body & paint, serta gudang suku cadang yang menyimpan lebih dari 4.600 item. Eagle Zhao, Managing Director BYD Malaysia, menyebut pencapaian penjualan dan ekspansi ini sebagai tonggak penting bagi perusahaan. Ia menegaskan bahwa semakin banyak masyarakat Malaysia yang memilih BYD menunjukkan betapa cepatnya adopsi kendaraan listrik berkembang di negara tersebut. Dengan pembangunan pabrik baru ini, BYD semakin menegaskan keseriusannya dalam memperkuat posisi di pasar Malaysia. Kehadiran fasilitas produksi tersebut tidak hanya bersifat simbolis, melainkan menjadi fondasi penting untuk memperluas operasi dan memperdalam keterlibatan BYD di industri kendaraan listrik lokal. Selain memperkuat posisi di Malaysia, pabrik ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan. Langkah tersebut memungkinkan BYD memenuhi permintaan kendaraan listrik yang terus tumbuh, tidak hanya dari satu negara, tetapi dari seluruh kawasan Asia Tenggara yang kini semakin agresif mendorong elektrifikasi. Kapasitas produksi yang lebih besar memberi BYD fleksibilitas dalam merespons kebutuhan pasar regional. Dengan basis manufaktur di Malaysia, distribusi ke berbagai negara Asia Tenggara dapat dilakukan lebih efisien, baik dari sisi biaya maupun waktu, sehingga daya saing produk BYD semakin meningkat. Pembangunan pabrik ini juga mencerminkan strategi jangka panjang BYD di kawasan. Perusahaan tidak sekadar menjual produk, tetapi membangun ekosistem industri yang mendukung pertumbuhan kendaraan listrik, mulai dari produksi hingga penguatan rantai pasok regional. Secara keseluruhan, langkah ini mempertegas ambisi BYD untuk menjadi pemain dominan dalam transisi menuju mobilitas bebas emisi di Asia Tenggara. Dengan investasi nyata dan kapasitas produksi lokal, BYD memposisikan diri sebagai motor penggerak perubahan menuju transportasi yang lebih berkelanjutan. Simak video berikut : Sumber : avolta.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
