PT. CITRA LODOK LESTARI
07 Januari 2026
HEADLINE - MOBIL
Regulasi Sistem Steer By Wire Berlaku Penuh Di Cina


Industri otomotif Cina memasuki babak baru setelah Pemerintah mengumumkan aturan yang menghapus kewajiban sambungan mekanis antara setir dan roda depan. Kebijakan yang akan berlaku mulai 1 Juli 2026 ini menjadi tonggak penting dalam percepatan teknologi kemudi elektronik penuh atau steer by wire di pasar otomotif terbesar dunia. Demikian dilansir CarnewsChina, beberapa waktu yang lalu.

Aturan baru ini memungkinkan produsen kendaraan untuk menggunakan sistem kemudi elektrifikasi penuh tanpa keharusan menyediakan jalur mekanis cadangan. Sistem steer by wire menggantikan batang kemudi konvensional dengan rangkaian sensor yang membaca gerakan setir dan mengirimkan sinyal listrik ke motor penggerak roda, menghasilkan respons kemudi yang lebih presisi serta fleksibilitas desain interior yang lebih luas.

Keputusan ini disampaikan melalui standar nasional terbaru yang mengatur sistem kemudi pada kendaraan. Di dalamnya, Pemerintah menetapkan persyaratan keselamatan yang jauh lebih ketat untuk menjamin keandalan teknologi baru tersebut.


Mulai dari redundansi komponen elektronik, pemantauan daya, hingga prosedur pengujian khusus ketika terjadi kegagalan sistem, semuanya menjadi bagian dari pedoman wajib yang harus dipatuhi pabrikan.


Sejumlah produsen otomotif besar ikut terlibat aktif dalam penyusunan standar baru ini, menunjukkan betapa seriusnya arah pengembangannya. Nama-nama seperti Nio, BYD, Xpeng, hingga Geely disebut berperan dalam proses tersebut. Keterlibatan mereka menandakan bahwa regulasi ini dirancang dengan mempertimbangkan kepentingan industri secara luas, bukan hanya satu pihak, sehingga dapat diterapkan secara realistis pada kendaraan masa depan.

Partisipasi para produsen besar tersebut juga mencerminkan keselarasan visi antara regulator dan industri. Dengan pengalaman masing-masing dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik dan pintar, masukan dari Nio, BYD, Xpeng, serta Geely menjadi fondasi penting. Hal ini membantu memastikan bahwa standar yang disusun tidak hanya ambisius, tetapi juga relevan dengan kondisi teknis dan kebutuhan pasar otomotif saat ini.

Tidak hanya pabrikan lokal, proses perumusan regulasi ini juga melibatkan produsen internasional yang beroperasi di Tiongkok. Kehadiran mereka memperkaya sudut pandang dalam penyusunan standar, karena membawa pengalaman global dan praktik terbaik dari berbagai pasar. Dengan demikian, regulasi yang dihasilkan diharapkan mampu bersaing dan selaras dengan perkembangan teknologi otomotif di tingkat internasional.

Selain produsen kendaraan, perusahaan teknologi otomotif global turut memberikan masukan selama proses penyusunan berlangsung. Keterlibatan sektor teknologi menjadi penting mengingat sistem yang diatur berkaitan erat dengan perangkat lunak, sensor, dan integrasi elektronik. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa standar tersebut tidak hanya berfokus pada aspek mekanis, tetapi juga pada ekosistem teknologi yang mendukungnya.

Dalam praktiknya, teknologi yang menjadi dasar regulasi ini sebenarnya sudah mulai diterapkan pada sejumlah model kendaraan. Beberapa contoh yang disebut antara lain Nio ET9, Infiniti Q50, IM L6, hingga Tesla Cybertruck. Keberadaan model-model tersebut membuktikan bahwa teknologi ini bukan konsep semata, melainkan telah digunakan dan diuji dalam kendaraan produksi nyata.

Bahkan, Nio ET9 mencatat sejarah sebagai mobil produksi massal pertama di Cina yang mengadopsi sistem kemudi elektronik penuh tanpa cadangan mekanis. Pencapaian ini menandai tonggak penting dalam evolusi teknologi kendaraan. Kehadiran ET9 menjadi bukti konkret bahwa arah regulasi yang disusun sejalan dengan inovasi yang sudah mulai diimplementasikan di industri otomotif.

Simak video berikut :

Sumber : avolta.id
viewed :: 170
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
Copyright 2013 motormobile.net