PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone   
30 Desember 2025
HEADLINE - MOBIL
Chery Disebut Mau Akuisisi Pabrik Handal, Komisaris Angkat Suara


Chery Sales Indonesia (CSI) sejak pertama masuk pasar Indonesia memanfaatkan fasilitas milik Handal Indonesia Motor (HIM) di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat untuk merakit semua model. Bahkan bukan hanya produk Chery,  tapi merek satu grup lain seperti Jaecoo dan Jetour ikut dirakit di lokasi tersebut.

Kabarnya, pabrikan yang bermarkas di Wuhu, Cina ini sempat melakukan negosiasi mengenai fasilitas Handal di Pondok Ungu untuk diakuisisi. Menanggapi kabar tersebut, Jongkie D. Sugiarto, Wakil Presiden Komisaris HIM, memberikan klarifikasi sekaligus gambaran mengenai kemungkinan yang dapat terjadi ke depannya. Menurut dia, hingga saat ini belum ada pembicaraan formal antara kedua belah pihak.

“Belum ada negosiasi terkait pengambilalihan fasilitas Handal di Pondok Ungu,” ujar Jongkie belum lama ini di kawasan Tangerang. Meski begitu, menurut dia tidak menutup pintu apabila Chery benar-benar ingin berinvestasi lebih jauh di Indonesia.


“Ya, opsinya kan banyak. Dia (Chery) mau beli apa ya terserah dia, mau beli Handal, beli tanah, mau bergabung sama Handal, ya silakan saja, mana yang terbaik buat mereka,” kata Jongkie. Jongkie menegaskan bahwa apa pun langkah yang diambil pabrikan asal Tiongkok ini akan berdampak positif bagi industri otomotif nasional.

Menurutnya, berbagai rencana investasi yang muncul belakangan ini, baik melalui pembangunan pabrik baru maupun pembelian fasilitas yang sudah ada, menjadi indikator kuat bahwa Indonesia semakin dipandang menarik oleh produsen global. Ketertarikan tersebut tidak muncul tanpa alasan, melainkan didorong oleh potensi pasar, stabilitas, serta kebijakan yang dinilai mendukung iklim investasi jangka panjang.

Ia menilai bahwa langkah produsen global yang mempertimbangkan investasi di Indonesia mencerminkan kepercayaan terhadap prospek industri nasional. Keputusan untuk membangun atau mengakuisisi pabrik membutuhkan perhitungan matang, sehingga minat tersebut menunjukkan bahwa Indonesia dianggap mampu memberikan keuntungan dan kepastian bagi investor dalam menjalankan kegiatan produksinya.

Daya tarik Indonesia di mata produsen global juga tidak lepas dari posisinya sebagai pasar besar dengan pertumbuhan yang konsisten. Selain itu, ketersediaan tenaga kerja, infrastruktur yang terus berkembang, serta dukungan Pemerintah menjadi faktor penting. Kombinasi inilah yang membuat Indonesia semakin sering masuk dalam radar investasi perusahaan internasional.

Ia menegaskan bahwa setiap niat investasi dari luar negeri harus disambut secara positif. Menurutnya, ketika ada pihak yang ingin menanamkan modal di Indonesia, maka sikap yang tepat adalah membuka pintu selebar-lebarnya. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga momentum dan memastikan kepercayaan investor tetap terjaga.

“Dia mau investasi di Indonesia, kita tangan terbuka dong,” ujarnya, menekankan sikap terbuka terhadap investor. Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan bahwa investasi asing bukan ancaman, melainkan peluang. Dengan masuknya modal dan teknologi, industri dalam negeri dapat berkembang lebih cepat dan memiliki daya saing lebih kuat.

Ia menambahkan bahwa ketertarikan investor global merupakan bukti keberhasilan upaya Pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menarik investasi. Menurutnya, jika produsen asing bersedia menanamkan modal, maka itu menandakan strategi yang dijalankan sudah berada di jalur yang benar dan mampu memberikan keyakinan kepada pelaku usaha internasional.

Simak video berikut :

Sumber : avolta.id
viewed :: 1190
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net