| » Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone « |
|
18 Desember 2025
HEADLINE - MOBIL
Mobil Listrik Cina Paling Jago Ngacir Di Dunia
![]() Mobil listrik asal Cina kembali menunjukkan dominasinya. Kali ini masuk dalam daftar akselerasi 0–100 km/jam kendaraan produksi global yang dirilis lembaga riset AutoLab, pabrikan asal Tiongkok menyapu bersih posisi tiga besar. Mengutip CarNewsChina, beberapa waktu yang lalu, urutan pertama ditempati GAC Hyper SSR 2024 Sprint Speed Edition. Sports EV ini mencatat waktu luar biasa, yaitu 1,9 detik untuk berakselerasi dari diam ke 100 km/jam. Di posisi kedua Xiaomi SU7 Ultra dengan torehan 1,98 detik, disusul Zeekr 001 FR 2025 urutan ketiga yang mencatatkan 2,02 detik. Ketiganya bukan hanya unggul dari sisi performa, tetapi juga dari nilai ekonomisnya. • GAC Hyper SSR dibanderol sekitar US$194.000 • Xiaomi SU7 Ultra sekitar US$74.200 • Zeekr 001 FR sekitar US$107.700 Data AutoLab ini memperlihatkan bagaimana pabrikan EV Cina makin percaya diri dan agresif, bahkan melampaui kompetitor global. Tesla Model S Plaid (2023) berada di posisi keempat dengan catatan 2,1 detik, sementara Porsche Taycan menyusul dengan 2,2 detik. Dominasi pabrikan Tiongkok masih berlanjut hingga peringkat 11 sampai 20 besar, memperlihatkan betapa kuatnya posisi mereka di pasar kendaraan global. Sejumlah model tercatat mengisi daftar tersebut, mulai dari IM L6, varian lain Xiaomi SU7, hingga Zeekr 007 dan Yangwang U7. Kehadiran banyak model dari satu negara ini menegaskan konsistensi Tiongkok dalam menghadirkan produk yang kompetitif di berbagai segmen. Masuknya berbagai model Tiongkok ke jajaran peringkat menengah tersebut menunjukkan bahwa persaingan tidak hanya terjadi di papan atas. Produsen asal Cina mampu menempatkan banyak produk secara merata, menandakan strategi portofolio yang luas. Dengan beragam pilihan model, pabrikan Tiongkok dapat menjangkau konsumen dengan kebutuhan berbeda, sekaligus memperkuat dominasinya secara keseluruhan. Keberhasilan model-model seperti IM L6, Xiaomi SU7, Zeekr 007, dan Yangwang U7 juga mencerminkan agresivitas pengembangan produk. Setiap merek membawa pendekatan desain, teknologi, dan performa yang berbeda. Strategi ini membuat pasar semakin padat dan kompetitif, sekaligus menekan pemain dari negara lain yang harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan posisi mereka. Di tengah agresivitas tersebut, muncul kabar menarik dari dalam negeri Cina. Pemerintah setempat disebut tengah menggodok aturan baru yang berpotensi memicu perdebatan. Regulasi ini dinilai cukup kontroversial karena menyentuh langsung aspek performa kendaraan penumpang, yang selama ini justru menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen. Aturan yang sedang dibahas tersebut dikabarkan akan mewajibkan seluruh kendaraan penumpang memiliki akselerasi 0–100 km/jam tidak lebih dari lima detik saat digunakan. Ketentuan ini terbilang tidak lazim, mengingat regulasi umumnya membatasi batas atas performa, bukan menetapkan standar minimum akselerasi yang harus dicapai oleh setiap kendaraan. Jika aturan ini benar-benar diterapkan, dampaknya bisa sangat luas bagi industri otomotif. Produsen akan dipaksa menyesuaikan spesifikasi teknis produknya agar memenuhi ketentuan tersebut. Di satu sisi, regulasi ini dapat mendorong inovasi, namun di sisi lain berpotensi menimbulkan kontroversi karena tidak semua konsumen membutuhkan performa akselerasi setinggi itu. Simak video berikut : Sumber : avolta.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
