PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone   
18 Desember 2025
HEADLINE - MOBIL
Penjualan Mobil Baru Malaysia Kembali Salip Indonesia


Penjualan mobil di Indonesia kembali harus berada di bawah Malaysia, setidaknya untuk periode Januari hingga Oktober 2025. Kondisi ini, seperti menegaskan jika pasar otomotif di Tanah Air, tidak berada dalam kondisi yang baik-baik saja.

Berdasarkan data Asosiasi Otomotif Malaysia (MAA), penjualan mobil di Malaysia dalam periode 10 bulan pertama tahun ini, mencapai 655.328 unit. Jumlah tersebut, lebih baik dari Indonesia, yang hanya mencapai sekitar 635.844 unit.

Dilihat secara bulanan, penjualan mobil di Malaysia pada Oktober 2025, sebesar 75.992 unit, atau naik 7 persen dibanding periode yang sama pada 2024, yang hanya 71.022 unit. Lonjakan penjualan di Negeri Jiran ini, menurut asosiasi karena adanya permintaan yang tinggi terhadap mobil berbasis baterai.


Dari sisi ekonomi makro, Malaysia menunjukkan pertumbuhan yang cukup solid sepanjang 2025. Pada kuartal ketiga tahun tersebut, ekonomi Malaysia tercatat tumbuh 5,2 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan kuartal kedua yang berada di level 4,4 persen. Kenaikan ini mencerminkan perbaikan aktivitas ekonomi yang lebih luas dan memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada kuartal ketiga 2025 menandakan adanya momentum pemulihan yang berkelanjutan. Kinerja tersebut menjadi sinyal bahwa berbagai sektor mulai bergerak lebih aktif dibandingkan periode sebelumnya. Dengan laju pertumbuhan yang meningkat, iklim usaha di Malaysia dinilai semakin kondusif, termasuk bagi industri otomotif yang sangat bergantung pada stabilitas ekonomi dan konsumsi domestik.

Kondisi ekonomi yang membaik tersebut turut berpengaruh terhadap perkembangan pasar kendaraan, khususnya segmen kendaraan listrik. Seiring meningkatnya daya beli dan kepercayaan konsumen, minat terhadap teknologi baru seperti mobil listrik baterai mulai menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari data penjualan yang mencatat lonjakan signifikan pada periode yang sama.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Just Auto, penjualan mobil listrik baterai atau BEV di Malaysia mengalami peningkatan tajam. Secara rinci, penjualan BEV hampir meningkat tiga kali lipat pada Oktober 2025. Total unit yang terjual mencapai 4.345 unit, sebuah angka yang menandakan percepatan adopsi kendaraan listrik di pasar Malaysia.

Lonjakan penjualan BEV tersebut menjadi indikasi kuat bahwa kendaraan listrik mulai diterima secara lebih luas. Peningkatan hampir tiga kali lipat dalam satu bulan menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi yang cukup signifikan. Faktor ekonomi yang membaik serta semakin banyaknya pilihan produk diyakini berperan besar dalam mendorong pertumbuhan tersebut.

Kenaikan penjualan mobil listrik baterai ini tidak terjadi tanpa sebab. Salah satu faktor utama pendorongnya adalah masuk dan berkembangnya merek-merek otomotif asal Tiongkok di Malaysia. Kehadiran mereka memperkaya pilihan kendaraan listrik di pasar, baik dari sisi model, teknologi, maupun harga yang lebih kompetitif.

Dalam tren tersebut, mayoritas pembelian mobil listrik di Malaysia tercatat berasal dari merek BYD dan Denza. Kedua merek asal Tiongkok ini mendominasi penjualan BEV dan menjadi pilihan utama konsumen. Dominasi tersebut menunjukkan kuatnya pengaruh produsen Tiongkok dalam mendorong pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Malaysia.

Simak video berikut :

Sumber : avolta.id
viewed :: 1242
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net