| » Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone « |
|
15 Desember 2025
HEADLINE - MOBIL
Mitsubishi Coba Realistis Di Tengah Serbuan Merek Mobil China
![]() Mitsubishi telah mengakui bahwa dalam jangka pendek pihaknya tidak akan mampu mempertahankan posisi penjualannya di pasar Australia. Mengingat, penetrasi merek-merek China yang berupaya jadi pemain teratas di Negara Kangguru tersebut. Tahun lalu, Mitsubishi Australia masuk dalam lima merek teratas, tetapi hingga akhir September tahun ini, merek Jepang tersebut belum mampu mempertahankan laju penjualannya seperti tahun 2024. Hasilnya, penjualannya menurun 16,4 persen menjadi 47.650 unit, memaksanya turun ke posisi keenam. Di sisi lain, Mitsubishi Australia terpaksa mengesampingkan tiga dari lima modelnya, yakni ASX , Eclipse Cross , dan Pajero Sport di tahun ini. Hal tersebut karena peraturan keselamatan baru yang mewajibkan pemasangan pengereman darurat otonom (AEB) pada semua kendaraan baru. Pada saat yang sama, merek mobil China seperti GWM , BYD , dan MG semuanya telah membuat janji berani untuk berlomba naik dalam tangga penjualan. Di mana, bersaing dengan merek seperti Kia , Hyundai , Mazda , dan Ford . Semua merek China juga telah mendukung klaim ini dengan produk-produk baru, dan masih banyak lagi yang akan datang. Sedangkan Mitsubishi baru saja meluncurkan ASX generasi kedua, sekitar enam bulan setelah model pertama dihentikan, sementara produk baru berikutnya, penerusnya Pajero Sport masih lebih dari 12 bulan lagi. Situasi ini berarti Mitsubishi akan kehilangan pangsa pasar dan peringkatnya terhadap para pesaing, kata Manajer Umum Strategi Produk Mitsubishi Bruce Hampel, kepada media Drive. Pihaknya, menyebut mencoba realistis dalam penjualan. "Kami memperkirakan penurunan volume industri total sebesar lima persen dari tahun ke tahun pada tahun keuangan ini, tetapi yang kami lihat adalah jumlah pendatang yang bersaing untuk volume tersebut meningkat," kata Hampel, beberapa waktu yang lalu. “Sekadar perhitungan sederhana, pangsa pasar OEM [produsen peralatan asli] tertentu dari OEM yang sudah mapan akan menurun. Kami bersikap realistis, itu hanya matematika, porsi kami akan berkurang," lanjutnya. Saat ini di belakang Mitsubishi pada grafik penjualan adalah GWM dan BYD, yang telah meningkatkan penjualan masing-masing sebesar 23,7 dan 149,8 persen sepanjang tahun ini. Namun, Mitsubishi berencana bangkit dengan rencana ‘Momentum 2030‘ yang menjanjikan model-model terbarunya. Hampel mengatakan Mitsubishi juga perlu menyeimbangkan penyediaan produk yang tepat pada waktu yang tepat, serta memperkuat basis pelanggan yang ada untuk memastikan keberlanjutan. “Dengan mengatakan itu, kita juga perlu bersaing, kita butuh produknya. Kami sedang melalui masa transisi, keluar dari produk lama seperti ASX, Pajero Sport, dan Eclipse Cross , dan kini mulai beralih secara progresif ke kendaraan Mitsubishi generasi berikutnya," kata Hampel. “Kami akan berfokus pada pengalaman pelanggan selama 12 bulan ke depan, benar-benar memperkuat loyalitas merek yang kami miliki dengan armada mobil kami yang luas di negara ini, dan konsumen yang kami miliki," paparnya. Mitsubishi juga dengan tegas takkan terlibat terlibat dalam perang harga guna meredam beberapa tindakan agresif dari pesaing lain di pasar. Pabrikan berlambang tiga berlian ini juga akan fokus pada segmen-segmen utama yang selama ini jadi basis terkuatnya. “Dengan pandangan yang lebih panjang, yaitu jangka waktu dua hingga lima tahun, untuk memastikan portofolio produk akan kembali pulih dan tumbuh melampaui kondisi 12 bulan yang lalu," pungkasnya. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
