| » Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone « |
|
13 Desember 2025
HEADLINE - MOBIL
Toyota Hentikan Penjualan Fortuner Di Australia
![]() Toyota resmi menghentikan penjualan model SUV tujuh penumpang andalannya, Fortuner, di Australia pada pertengahan 2026 tanpa rencana model pengganti. Keputusan tersebut, datang di tengah pergeseran selera konsumen ke model lain, dalam portofolio pabrikan Jepang tersebut. Sean Hanley, Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran Toyota Australia menyampaikan, Fortuner adalah produk yang sangat luar biasa, terutama bagi perkembangan merek di Negeri Kangguru. “Fortuner telah menjadi produk yang luar biasa bagi kami selama bertahun-tahun dan berhasil menemukan basis pelanggan yang relatif kecil namun sangat antusias,” jelas Sean, dikutip dari Carexpert. Namun, menurutnya, dengan pergeseran preferensi konsumen di Australia, pihaknya mengambil keputusan untuk menghentikan penjualan Fortuner ini. Sementara itu, catatan penjualan resmi menunjukkan bahwa Toyota Fortuner hanya mampu mencatatkan distribusi sebanyak 2.928 unit sepanjang periode Januari hingga akhir Oktober 2025. Angka tersebut terlihat cukup rendah jika disandingkan dengan performa para pesaing di segmen yang sama. Dalam kurun waktu identik, Ford Everest justru melesat jauh dengan total penjualan mencapai 21.915 unit, sementara Isuzu MU-X juga tampil lebih kuat dengan raihan 12.499 unit. Perbandingan data tersebut menempatkan Fortuner pada posisi yang cukup tertinggal di pasar Australia. Selisih penjualan yang lebar ini menjadi indikator bahwa persaingan di segmen SUV ladder frame berukuran menengah berlangsung sangat ketat. Kehadiran model-model pesaing dengan pendekatan fitur, teknologi, dan karakter berkendara yang berbeda tampaknya memberi pengaruh signifikan terhadap preferensi konsumen dalam menentukan pilihan kendaraan. Kondisi penjualan tersebut kemudian memicu keputusan Toyota untuk menarik Fortuner dari pasar Australia. Namun demikian, langkah ini tidak serta-merta dimaknai sebagai kegagalan produk secara menyeluruh. Toyota menilai bahwa dinamika pasar, perubahan selera konsumen, serta strategi portofolio produk menjadi faktor utama di balik keputusan tersebut, bukan semata-mata karena performa Fortuner dianggap buruk atau tidak memenuhi ekspektasi kualitas. Toyota secara tegas menyatakan bahwa Fortuner tetap dipandang sebagai bagian penting dari jajaran produknya. Pabrikan asal Jepang tersebut menekankan bahwa setiap model yang dipasarkan memiliki tujuan dan sasaran masing-masing. Dengan demikian, evaluasi terhadap sebuah produk tidak hanya diukur dari angka penjualan semata, melainkan juga dari peran strategisnya dalam melengkapi kebutuhan pasar tertentu. Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Sean Hanley selaku perwakilan Toyota. Ia menjelaskan bahwa sejak awal Fortuner memang tidak diposisikan sebagai model dengan target volume tertinggi. Menurutnya, karakter Fortuner lebih diarahkan untuk memenuhi segmen khusus yang membutuhkan SUV tangguh dengan reputasi keandalan khas Toyota, meski pangsa pasarnya relatif lebih terbatas dibanding model lain. “Setiap produk yang kami pasarkan memiliki perannya masing-masing,” ungkap Sean Hanley dalam pernyataannya. Ia menambahkan bahwa Toyota telah memahami sejak awal bahwa Fortuner bukanlah kendaraan yang dirancang untuk menjadi tulang punggung penjualan. Pendekatan ini membuat Toyota tetap konsisten dalam menilai performa Fortuner sesuai rencana awal yang telah ditetapkan. Dengan sudut pandang tersebut, Toyota memandang Fortuner sebagai produk yang telah menjalankan fungsinya sesuai strategi. Meskipun angka penjualannya kalah jauh dari Ford Everest dan Isuzu MU-X, Fortuner tetap dianggap berhasil mengisi ceruk pasar tertentu. Keputusan penarikan dari Australia pun dinilai sebagai langkah penyesuaian bisnis, bukan cerminan kegagalan dari sisi produk itu sendiri. Simak video berikut : Sumber : avolta.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
