PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone   
04 Desember 2025
HEADLINE - MOBIL
Hyundai Bangun Pabrik Hidrogen Di Korea: Telan Rp 10,6 T


Hyundai Motor Company resmi memulai pembangunan fasilitas produksi sel bahan bakar hidrogen (fuel cell) terbarunya di Ulsan, Korea Selatan. Langkah tersebut, jadi salah satu strategi perusahaan untuk memperkuat posisi Negeri Ginseng sebagai pusat global dalam transisi menuju energi bersih.

“Pabrik ini merupakan wujud nyata dari komitmen strategis Hyundai Motor Group dalam mendorong transisi menuju masyarakat berbasis hidrogen,” ujar Jaehoon Chang, Vice Chair Hyundai Motor Group, dalam keterangan resmi, beberapa waktu yang lalu.

Jaehoon juga mengatakan, fasilitas baru tersebut akan menjadi pilar penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Korea sebagai pemimpin industri hidrogen global. Selain itu, fasilitas baru Hyundai akan dibangun di atas lahan seluas 43.000 meter persegi, di lokasi bekas pabrik transmisi mesin pembakaran internal.


Langkah ini menjadi simbol transformasi besar Hyundai menuju mobilitas masa depan berbasis energi bersih. Pabrik tersebut ditargetkan rampung pada 2027 dan akan memadukan proses kimia serta perakitan dalam satu area terpadu.

Dengan investasi senilai 930 miliar won atau sekitar Rp10,6 triliun, fasilitas ini diproyeksikan mampu memproduksi 30.000 unit sel bahan bakar hidrogen setiap tahun. Pabrik tersebut akan beroperasi di bawah merek hidrogen Hyundai Motor Group, HTWO, yang berarti “Hydrogen for Humanity” dan menjadi bukti komitmen Hyundai dalam memperluas ekosistem energi hidrogen global.

Selain memproduksi sel bahan bakar hidrogen, pabrik ini juga dirancang untuk menghasilkan PEM electrolyzer yang berperan penting dalam proses produksi hidrogen hijau. Kehadiran fasilitas ini menunjukkan komitmen kuat perusahaan dalam membangun rantai pasok hidrogen yang lebih terintegrasi, sehingga tidak hanya berfokus pada kendaraan hidrogen, tetapi juga pada teknologi pendukung yang diperlukan untuk mengembangkan ekosistem energi bersih.

PEM electrolyzer sendiri merupakan komponen kunci dalam proses pemisahan air menjadi hidrogen dan oksigen menggunakan energi listrik, dan jika listrik yang digunakan berasal dari sumber terbarukan, maka hidrogen yang dihasilkan dapat digolongkan sebagai hidrogen hijau. Dengan memproduksi perangkat ini di dalam negeri, perusahaan dapat memastikan ketersediaan teknologi penting tersebut tanpa bergantung pada pemasok eksternal, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi produksi.

Pengembangan teknologi ini juga menjadi bagian dari upaya untuk menciptakan solusi energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan fasilitas pabrik baru, perusahaan berharap dapat mempercepat adopsi hidrogen hijau sekaligus memperluas penerapannya di berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga industri berat. Hal ini menegaskan bahwa fokus tidak hanya pada produk akhir, tetapi juga pada fondasi energi masa depan.

Teknologi baru yang dikembangkan melalui pabrik ini diharapkan memiliki tingkat durabilitas yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan daya tahan ini akan membuat perangkat lebih andal ketika beroperasi dalam jangka panjang, sehingga dapat menurunkan biaya perawatan serta memberikan keuntungan tambahan bagi para pengguna dan operator yang membutuhkan sistem energi berkelanjutan.

Selain itu, perusahaan juga menargetkan biaya produksi yang lebih rendah berkat proses manufaktur yang lebih efisien. Efisiensi ini diharapkan memperkuat posisi Hyundai dalam menghadapi persaingan global di pasar energi bersih, terutama ketika banyak negara mulai beralih pada sumber energi rendah emisi. Dengan kombinasi durabilitas tinggi dan biaya yang kompetitif, teknologi ini dapat menjadi nilai tambah signifikan bagi ekspansi Hyundai di industri hidrogen dunia.

Sumber : avolta.id
viewed :: 1202
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net