| » Pilih mana, Bagnaia Pergi atau Marquez Pensiun? « |
|
28 November 2025
HEADLINE - MOBIL
Eks CEO Stellantis Prediksi Perusahaan Terancam Pecah Jadi Tiga Bagian
![]() Mantan CEO Stellantis, Carlos Tavares, telah menyuarakan kekhawatiran serius mengenai masa depan raksasa otomotif multinasional tersebut, bahkan memprediksi potensi perpecahan di antara operasi utamanya. Dalam sebuah buku baru yang diterbitkan di Prancis, beberapa waktu yang lalu, Tavares menyatakan bahwa operasional Stellantis di Prancis, Italia, dan Amerika Serikat (AS) mungkin akan memisahkan diri dan berdiri sendiri jika perusahaan gagal memuaskan berbagai pemangku kepentingan di wilayah masing-masing, demikian laporan dari Bloomberg. Tavares, yang memimpin perusahaan tersebut sejak awal berdirinya pada tahun 2021 hingga pengunduran dirinya pada Desember 2024, menulis bahwa ia khawatir "Keseimbangan tiga arah antara Italia, Prancis, dan AS akan rusak" di dalam Stellantis,” ungkapnya dilansir dari Autoblog, Jumat, 24 Oktober. Ia menambahkan bahwa kelangsungan hidup perusahaan sangat bergantung pada manajemen dan jajaran eksekutif yang memperhatikan persatuan "setiap hari" di tengah tekanan dari berbagai arah. Stellantis, yang terbentuk dari penggabungan Fiat Chrysler Automobiles (FCA) dan PSA Group, merupakan konglomerat masif dengan 14 merek di bawah payungnya, termasuk nama-nama besar Amerika seperti Chrysler, Dodge, Jeep, dan Ram Trucks, serta merek Eropa seperti Fiat, Maserati, Alfa Romeo, Peugeot, Citroën, dan Opel. Selama masa jabatannya, Tavares dikenal karena mengawasi sejumlah keputusan pemotongan biaya yang kontroversial. Kebijakan ini termasuk mengganti suku cadang logam dengan plastik pada beberapa kendaraan kelas atas, dan memindahkan operasi produksi merek tertentu dari negara-negara seperti Prancis dan Italia ke negara dengan biaya lebih rendah seperti Polandia dan Maroko. Keputusan ini menuai banyak tentangan, termasuk dari para dealer di AS. Reputasi Tavares sebagai pemimpin bisnis yang blak-blakan semakin menguat saat ia menjabat. Sebuah laporan CNBC pada Desember 2024 menyebutkan bahwa beberapa mantan dan eksekutif Stellantis yang masih menjabat, serta karyawan di AS, menggambarkannya sebagai pemimpin yang egois yang akan mengorbankan bisnis demi memeras setiap sen terakhir. Bahkan, satu individu yang berafiliasi dengan Stellantis mengibaratkan tekanan pemotongan biaya tersebut seperti menodongkan "pistol ke kepala." Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg pada Juni 2025, Tavares mengakui bahwa ia bisa saja melakukan banyak hal secara berbeda. Salah satu penyesalan yang ia sebutkan adalah kegagalannya untuk mendapatkan dukungan dealer AS terhadap agenda pemotongan biayanya. "Para dealer di AS tidak mau mendukung apa yang kami coba lakukan, dan itu adalah tanggung jawab saya," pungkas Tavares. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
