PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone   
23 November 2025
HEADLINE - MOBIL
Mobil Listrik Xiaomi Yang Dilirik Menperin Mulai Turun Popularitasnya


Setelah sempat jadi fenomena di awal peluncurannya, demam mobil listrik Xiaomi kini mulai mereda. Mobil yang dulu diburu konsumen dengan harga tinggi, kini justru berubah arah, dari perebutan dengan premi besar menjadi tawar-menawar dengan diskon.

Padahal pamor Xiaomi sempat menanjak tajam, terutama setelah model Xiaomi SU7 Ultra mencatatkan rekor sebagai mobil listrik produksi tercepat di sirkuit legendaris Nürburgring, Jerman, pada Juni lalu.

Namun, menurut laporan media riset Lanjinger di China, harga slot pemesanan atau nomor antrean Xiaomi SU7 kini anjlok tajam, hanya berkisar di angka 1.500 yuan atau sekitar Rp3,4 juta. Sementara model YU7 yang dulunya sangat diminati, kini hanya dihargai 2.000–3.000 yuan atau sekitar Rp4,6 juta hingga Rp6,9 juta.


Ketika saat pertama kali diluncurkan, memang pasar sekunder mobil Xiaomi sempat “panas” luar biasa. Pemilik pesanan awal bisa menjual nomor antreannya dengan premi mencapai 20.000 yuan, atau sekitar Rp46 jutaan.

Bahkan Xiaomi mencatatkan rekor 200.000 pemesanan hanya dalam waktu tiga menit, dan 240.000 pesanan dalam 18 jam setelah peluncuran. Kini, situasinya berbalik, bahkan beberapa dealer di China mengaku kesulitan menjual slot pesanan, meskipun sudah memberikan potongan besar.

“Dua bulan lalu, orang rela membayar premi 10.000 yuan. Sekarang, sudah didiskon 3.000 yuan pun tak ada yang mau,” ujar salah satu penjual, dilansir dari Carnewschina, beberapa waktu yang lalu. Analis pasar menilai, penurunan ini terjadi karena beberapa faktor. Pertama, banyaknya pesanan bersifat spekulatif membuat pasokan di pasar transfer berlebih.

Kedua, waktu tunggu pengiriman yang panjang, di mana versi standar YU7 disebut memiliki estimasi hingga 48 minggu. Ketiga, sentimen pasar yang menurun akibat beberapa insiden di jalan, termasuk kecelakaan yang sempat viral di Chengdu.

Menariknya, di sisi lain, pasar mobil bekas Xiaomi masih menunjukkan posisi yang bagus. Unit YU7 bekas dengan jarak tempuh di bawah 100 km masih bisa terjual dengan harga sekitar Rp230 juta lebih tinggi dibanding harga barunya, meski margin keuntungannya terus menipis.

Secara keseluruhan, penjualan Xiaomi tetap tangguh. Pada September 2025, perusahaan mencatat penjualan 41.948 unit, menempatkan mereka di posisi kedua dalam daftar merek kendaraan energi baru (NEV) di China.

Xiaomi juga memperluas jaringan dealer menjadi 402 gerai di 119 kota di seluruh negeri. Di sisi lain, Menteri Perindustrian atau Menperin RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, merayu Xiaomi untuk memproduksi mobil listriknya di dalam negeri.

Hal itu terungkap usai Agus Gumiwang melakukan pertemuan bilateral dengan Associate Government Affairs Director Xiaomi Communications Co., Ltd. Jon Dove di Shanghai, China, pekan lalu. Agus ingin mobil listrik Xiaomi juga dijual di Indonesia.

"Kami mengetahui bahwa Xiaomi telah meluncurkan produk kendaraan listrik berperforma tinggi, yaitu Xiaomi SU7," ujar Agus Gumiwang, melalui rilis resminya. "Kami mendorong agar Xiaomi dapat menjajaki investasi pada sektor kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Ini akan memperkaya pilihan kendaraan bagi konsumen Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem industri hijau nasional," tambahnya.

Sumber : voi.id
viewed :: 1192
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net