| » Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone « |
|
11 Oktober 2025
HEADLINE - MOBIL
BMW Optimis Kuasai Pasar Mobil Listrik Premium
![]() Selama bertahun-tahun, BMW dikenal sebagai salah satu raja jalanan berkat lini mobil bermesin pembakaran internal (ICE) yang mendominasi segmen premium. Namun, ketika tren kendaraan listrik (EV) mulai bergeser menjadi arus utama, banyak yang menilai BMW sedikit tertinggal dibanding para pesaing yang lebih dulu agresif menggarap pasar EV. Kini, pabrikan asal Jerman itu siap membalikkan keadaan. Usai memperkenalkan platform Neue Klasse pada Maret 2021, BMW yakin itu akan menjadi kunci kebangkitan mereka di era elektrifikasi atau menjadi manifesto BMW untuk kembali memimpin era baru otomotif premium. Hasilnya? Mobil pertama dari konsep ini telah dipamerkan melalui BMW iX3 terbaru di ajang Munich Motor Show 2025. Mobil ini bukan sekadar SUV listrik baru, tetapi simbol lompatan teknologi BMW. iX3 diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 800 km sekali isi daya, menjadikannya salah satu EV dengan jangkauan terpanjang ketika mulai dijual tahun depan. Kepala Penjualan BMW Jochen Goller, optimis platform ini akan mengembalikan kejayaan BMW seperti era ICE. “Kami ingin meraih dominasi yang sama di segmen mobil listrik premium seperti yang selama ini kami nikmati di segmen ICE,” ujarnya, dikutip dari Autocar, beberapa waktu yang lalu. BMW pun kata dia tetap mempertahankan strategi memproduksi mobil bermesin konvensional sembari menggenjot lini EV. “Kami yakin 50 persen penjualan global kami akan berasal dari EV pada akhir dekade ini,” jelas Goller. “Strategi ini penting. Jika gagal, 50 persen penjualan kami akan hilang. Tapi kami sangat yakin akan sukses,” tegasnya. Goller juga mengakui bahwa BMW belum menjadi pemimpin mutlak di segmen EV, namun menyebut Neue Klasse sebagai game changer yang akan mengamankan posisi mereka di puncak. Selain menawarkan jarak tempuh panjang, Neue Klasse hadir dengan teknologi baterai dan motor listrik generasi terbaru yang menjanjikan efisiensi tinggi serta pengalaman berkendara khas BMW. “Ini lompatan teknologi yang besar. Awalnya, mungkin beberapa konsumen Eropa akan merasa kewalahan, tetapi setelah mencobanya, mereka tidak akan mau kembali ke mobil lama,” tambah Goller. Dengan investasi besar dan visi yang jelas, BMW tak hanya menantang pesaing tradisional, tetapi juga merek-merek China yang agresif di pasar EV. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
