| » Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone « |
|
07 Oktober 2025
HEADLINE - MOBIL
AS Investigasi Airbag Cacat Dari Cina
![]() Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA) melakukan investigasi serangkaian insiden yang melibatkan komponen airbag palsu. Secara keseluruhan tercatat tujuh insiden besar, di mana lima di antaranya berakhir dengan kematian pengemudi secara tragis. Penyebabnya bukan kecelakaan, melainkan ledakan brutal dari inflator airbag yang rusak. Menteri Perhubungan AS, Sean Duffy mengeluarkan pernyataan keras terkait insiden ini, karena dianggap sudah sangat mengancam warga AS saat mengemudikan kendaraannya. “Pesan saya ke industri reparasi mobil sangat jelas siapa pun yang membawa peralatan Cina yang cacat ke negara ini dan memasangnya hingga membahayakan keluarga Amerika itu berarti sedang melakukan kejahatan serius,” ujar Sean Duffy dikutip Wall Street, beberapa waktu yang lalu. Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), penyelidikan mengerucut pada satu produsen utama yang diduga menjadi sumber masalah serius. Produsen tersebut adalah Jilin Province Detiannuo Safety Technology, perusahaan yang lebih dikenal di industri otomotif global dengan nama DTN Airbag. Temuan ini menjadi titik penting dalam upaya mengungkap akar penyebab insiden terkait sistem keselamatan kendaraan. DTN Airbag merupakan pabrikan asal Tiongkok yang dikenal memproduksi berbagai komponen penting untuk sistem keselamatan kendaraan, termasuk inflator airbag. Namun, dalam kasus ini, produk inflator buatan mereka menjadi sorotan tajam karena ditemukan adanya cacat produksi serius. Cacat tersebut bukan hanya bersifat teknis semata, tetapi juga berkaitan dengan aspek kimiawi dari bahan yang digunakan dalam proses manufaktur. Menurut laporan hasil uji laboratorium dan analisis teknis yang dilakukan oleh pihak NHTSA, inflator buatan DTN Airbag diduga mengandung bahan kimia dengan tingkat reaktivitas yang sangat tinggi. Senyawa tersebut terbukti mudah terbakar dan tidak stabil saat terkena panas atau tekanan tinggi. Kondisi ini membuat komponen tersebut tidak memenuhi standar keselamatan yang berlaku secara internasional untuk sistem airbag kendaraan. Dalam situasi normal, sebuah inflator airbag dirancang untuk mengembang dengan cepat namun tetap terkendali ketika terjadi benturan. Tujuannya adalah memberikan perlindungan optimal kepada penumpang tanpa menimbulkan cedera tambahan. Namun, berbeda dengan kasus inflator produksi DTN Airbag, yang justru berperilaku tidak sesuai dengan fungsinya. Saat diaktifkan, perangkat itu meledak secara prematur dan tidak terkendali, menyebabkan risiko fatal bagi pengemudi maupun penumpang. Ledakan yang terjadi pada inflator bermasalah tersebut tidak hanya menghancurkan rumah airbag, tetapi juga melemparkan pecahan logam ke seluruh kabin mobil. Dampaknya bisa sangat berbahaya, bahkan berpotensi menyebabkan luka serius atau kematian. NHTSA mencatat bahwa dalam beberapa insiden, pecahan tersebut menembus permukaan interior kendaraan, memperlihatkan betapa besar ancaman yang ditimbulkan oleh komponen ini terhadap keselamatan pengguna. Kegagalan sistem seperti ini memicu keprihatinan besar di kalangan produsen otomotif global. Banyak pabrikan kendaraan yang menggunakan komponen dari pemasok Tiongkok kini melakukan peninjauan ulang terhadap standar mutu dan prosedur pengujian mereka. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap komponen keselamatan, terutama yang berkaitan dengan airbag, memenuhi persyaratan ketat yang ditetapkan lembaga regulasi seperti NHTSA dan badan pengawas lainnya. Investigasi NHTSA terhadap DTN Airbag masih terus berlanjut, dengan fokus pada penelusuran rantai distribusi dan skala penggunaan inflator tersebut di berbagai model kendaraan. Hasil akhir dari penyelidikan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tindakan hukum dan penarikan produk secara global jika terbukti terjadi pelanggaran serius terhadap regulasi keselamatan. Kasus ini juga menjadi pengingat penting bagi industri otomotif akan pentingnya transparansi dan kontrol kualitas yang ketat dalam produksi komponen keselamatan. Simak video berikut : Sumber : avolta.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
