|
03 Oktober 2025
HEADLINE - MOBIL
Kia Tarik 39 Ribu Lebih Sorento Karena Berpotensi Terbakar
![]() Kia dilaporkan telah menarik kembali kendaraan (recall) mereka, terhadap 39.536 unit Sprot Utility Vehicle (SUV) Sorento dari model tahun 2021 hingga 2023, karena berpotensi terbakar akibat penggunaan komponen kabel yang tidak sesuai. CarsCoops pada Rabu melaporkan bahwa Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) di Amerika Serikat, penarikan tersebut akibat adanya kabel motor blower pemanas, ventilasi, dan pendingin udara (HVAC) yang tidak sesuai sehingga dapat menimbulkan kekhawatiran terjadinya kebakaran. NHTSA melanjutkan, karena adanya dugaan masalah tersebut, kualitas yang dihadirkan dari pemasok menjadikan sambungan antara resistor motor blower dan konektor dapat menjadi terlalu panas. Hal ini tampaknya hanya terjadi ketika sistem pengatur suhu aktif, kecepatan kipas diatur ke tiga, dan kunci kontak menyala. Kondisi-kondisi tersebut cukup spesifik, tetapi badan Pemerintah mencatat bahwa hal ini dapat mengakibatkan kebakaran, dalam kasus yang jarang terjadi. Komponen yang berasal dari perusahaan Aptiv ini, menggunakan kawat dengan ukuran lebih tipis dari yang seharusnya. Pemilik dapat menyadari masalah ini jika motor blower berhenti bekerja, atau mereka mencium bau terbakar atau meleleh. Tanda lainnya adalah asap yang keluar dari ventilasi udara. Dalam kasus ini, Kia pertama kali menyadari masalah ini musim gugur lalu setelah adanya laporan kebakaran dan "bau karet panas" pada Sorento LX 2023. Produsen mobil tersebut membeli kembali kendaraan tersebut dan memulai investigasi yang mencakup analisis sinar-X terhadap resistor motor blower yang rusak dan rangkaian kabel yang berdekatan. Setelah berbulan-bulan menjalani proses penyelidikan mendalam terkait kasus tersebut, Kia belum juga berhasil menemukan akar permasalahan yang menjadi sumber utama. Upaya investigasi yang dilakukan melibatkan berbagai tahapan, mulai dari pengujian komponen hingga simulasi kondisi ekstrem, namun hasilnya tetap belum menunjukkan titik terang yang pasti. Meski demikian, tim investigasi menemukan adanya variasi dalam proses produksi yang berhubungan dengan kontrol kualitas. Temuan ini cukup penting karena menunjukkan bahwa ada perbedaan spesifikasi yang terjadi pada beberapa unit tertentu, meskipun secara umum mobil diproduksi dengan standar sama. Salah satu masalah yang teridentifikasi adalah penggunaan kabel dengan ukuran lebih tipis dibandingkan ukuran standar yang seharusnya digunakan. Perbedaan kecil ini ternyata memiliki potensi besar terhadap kinerja sistem kelistrikan, terutama ketika kendaraan digunakan dalam jangka waktu lama atau pada kondisi berat. Penggunaan kabel yang tidak sesuai standar ini diduga kuat menjadi penyebab timbulnya panas berlebih. Panas yang terakumulasi dalam sistem bisa menimbulkan risiko serius, termasuk kerusakan komponen atau bahkan bahaya keselamatan bagi pengendara. Karena itu, temuan ini menjadi fokus utama penyelidikan lanjutan. Dengan adanya indikasi tersebut, Kia kini memiliki arah baru dalam upaya pemecahan masalah. Mereka berkomitmen memperketat pengawasan kualitas produksi sekaligus meneliti lebih lanjut dampak penggunaan kabel tipis tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memberikan solusi yang jelas dan mencegah kasus serupa terjadi di masa mendatang. Sumber : otomotif.antaranews.com
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
