PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone   
29 Agustus 2025
HEADLINE - MOBIL
Xpeng Motors Dituduh Diam-diam Ganti Komponen Rusak


Produsen mobil listrik asal China, Xpeng Motors, tengah menjadi sorotan tajam setelah konsumen melayangkan kritik keras terkait penanganan masalah pada sistem kemudi model P7+. Gangguan tersebut dianggap berpotensi membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang, sehingga menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan pengguna.

Mengutip dari laman Carnewschina, beberapa waktu yang lalu, laporan terbaru dari Economic Information Daily, surat kabar di bawah kantor berita Xinhua Tiongkok, produsen  kendaraan listrik asal Tiongkok tersebut dituduh diam-diam mengganti komponen yang rusak sambil menghindari penarikan resmi.

Masalah ini berpusat pada sistem power steering pada kendaraan  Xpeng P7+, yang menurut para pemiliknya dapat tiba-tiba rusak atau macet total saat berkendara. Meskipun banyak keluhan dan bukti adanya masalah yang meluas, Xpeng dilaporkan menolak mengakui adanya cacat sistemik atau melakukan penarikan kembali.


Investigasi yang dilakukan Economic Information Daily mengungkap bahwa Xpeng tampaknya menggunakan strategi ganda yang kontroversial, pertama secara diam-diam menerapkan sealant pada komponen kemudi selama perawatan rutin dan secara selektif mengganti sistem kemudi bagi para pemilik yang paling lantang, sembari menyangkal adanya cacat yang meluas.

“Xpeng mempertaruhkan nyawa kami,” ungkap Gan, seorang pemilik kendaraan asal Shenzhen, ketika diwawancarai oleh Economic Information Daily. Ucapan tersebut menggambarkan kekecewaan dan kekhawatirannya terhadap kualitas kendaraan yang digunakan sehari-hari. Bagi pengguna, keandalan sistem kemudi bukan hanya soal kenyamanan, melainkan menyangkut keselamatan jiwa di jalan raya.

Masalah yang dikeluhkan muncul berupa gerakan setir mendadak ketika mobil berpindah jalur, yang pada akhirnya menimbulkan kondisi berkendara berbahaya. Situasi ini makin memicu kekhawatiran, sebab insiden serupa juga terjadi pada kendaraan yang baru saja menjalani penggantian sistem kemudi. Hal ini mengindikasikan bahwa persoalan yang ada tidak sederhana, melainkan berakar pada isu teknis yang lebih mendalam.

Lebih jauh lagi, seorang pemilik melaporkan bahwa unit kemudi pengganti yang baru dipasangkan rusak hanya dalam waktu dua minggu. Fakta tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas strategi perbaikan yang diterapkan Xpeng. Bukan hanya soal jaminan purna jual, tetapi juga mengenai keseriusan perusahaan dalam menjamin keamanan serta menjaga kepercayaan konsumennya.

Pandangan pakar industri
Para pakar industri yang dikutip oleh Economic Information Daily berpendapat bahwa pendekatan Xpeng mungkin disengaja untuk menghindari peraturan penarikan produk di China. Alih-alih melakukan penarikan produk secara menyeluruh, pabrikan malah mengganti komponen yang rusak secara bertahap berdasarkan kasus per kasus. Cara ini dinilai demi menghindari biaya yang signifikan dan pengawasan regulasi.

Sumber : voi.id
viewed :: 1202
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net