PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone   
28 Agustus 2025
HEADLINE - MOBIL
Angka Jarak Tempuh Mobil Listrik Tak Semuanya Akurat


Ada beberapa faktor utama yang menghambat seseorang beralih ke mobil listrik (EV). Salah satu yang umum adalah banyak calon pengguna khawatir EV tidak bisa menempuh jarak jauh dalam satu pengisian. Meskipun kini jangkauan EV rata-rata di atas 400 km, persepsi tentang keterbatasan jarak tempuh masih kuat, terutama untuk perjalanan antarkota.

Sebuah studi independen terbaru dari Australia, melansir laporan Carscoops, beberapa waktu yang lalu, menunjukkan bahwa ketakutan tersebut ternyata cukup beralasan, karena banyak angka jarak tempuh resmi yang tidak sesuai dengan hasil pengujian di jalan raya.

Australian Automobile Association (AAA) melakukan pengujian lima mobil listrik yang berbeda di dunia nyata sebagai bagian dari program empat tahun yang didanai Pemerintah. Tujuannya adalah untuk memberikan data yang jujur dan transparan kepada konsumen. Hasilnya cukup mengejutkan: satu dari lima mobil yang diuji hanya mencapai 23 persen dari jarak tempuh yang diklaim pabrikan.


Perbedaan Angka yang Jauh Berbeda
Mobil dengan hasil paling bawah yang diuji adalah BYD Atto 3. Mobil ini hanya mampu menempuh jarak 369 km, yang merupakan penurunan signifikan dari angka resmi pabrikan yang mengklaim 480 km. Itu berarti ada selisih hingga 111 km.

Tesla Model 3 ternyata juga mengalami hal serupa dengan BYD, di mana performa jarak tempuh yang dicapai di dunia nyata tidak sesuai dengan klaim resmi pabrikan. Berdasarkan pengujian, mobil listrik ini hanya mampu menempuh jarak sejauh 441 km. Angka tersebut cukup jauh berbeda jika dibandingkan dengan klaim Tesla yang menyebutkan jarak resmi mencapai 513 km dalam kondisi penuh.

Dengan hasil tersebut, Tesla Model 3 mencatat jarak tempuh nyata yang lebih rendah sekitar 14 persen dari klaim resminya. Perbedaan ini menunjukkan bahwa faktor penggunaan di lapangan, kondisi jalan, hingga gaya berkendara sangat berpengaruh terhadap performa sebenarnya. Hal ini sekaligus menjadi pengingat bagi konsumen untuk tidak hanya mengandalkan klaim pabrikan, tetapi juga memperhatikan uji lapangan dan pengalaman nyata pengguna.

Inkonsistensi Jadi Masalah Utama
Namun, masalah terbesar yang disoroti oleh studi ini bukanlah sekadar ketidakakuratan angka, melainkan inkonsistensi yang ditemukan di antara berbagai merek dan model. Juara dalam pengujian ini adalah Smart #3, yang jarak tempuh nyatanya hanya 5 persen atau 23 km lebih rendah dari klaim resminya. Mobil lain seperti Kia EV6 dan Tesla Model Y juga memiliki performa yang relatif baik, dengan angka yang hanya 8 persen di bawah klaim pabrik.

Ketidakseragaman ini menjadi masalah nyata bagi konsumen. Jika semua produsen mobil listrik memiliki standar selisih yang sama—misalnya 20 persen—konsumen bisa membuat keputusan yang lebih mudah. Namun, dengan perbedaan yang sangat bervariasi, sulit bagi pembeli untuk mengetahui merek mana yang angka klaimnya bisa dipercaya. Oleh karena itu, studi independen seperti ini sangat penting untuk membantu konsumen membuat keputusan pembelian yang lebih cerdas.

Sumber : voi.id
viewed :: 1279
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net