PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone   
25 Agustus 2025
HEADLINE - MOBIL
Nissan Mulai Negosiasi PHK Sukarela Di Eropa


Nissan Motor resmi memulai pembicaraan dengan serikat pekerja di kantor regional Eropa, yang berlokasi di Montigny-le-Bretonneux, Prancis. Kantor ini mengelola operasional Nissan di Eropa, Afrika, Timur Tengah, India, dan Oseania, dengan sekitar 560 karyawan yang kemungkinan terdampak.

Disitat dari Reuters, langkah ini menjadi bagian dari restrukturisasi besar yang dipimpin CEO baru, Ivan Espinosa, di tengah tantangan penjualan global. Dalam tahap awal, manajemen dan serikat pekerja sepakat membahas opsi pemutusan hubungan kerja (PHK) sukarela, sebelum mempertimbangkan pemecatan paksa. 

Kesepakatan ini diambil untuk memastikan proses berjalan lebih manusiawi dan meminimalkan gejolak internal. Nissan menargetkan pembicaraan selesai pada 20 Oktober 2025, sementara rincian keputusan akan dibagikan kepada seluruh karyawan pada November 2025.


Dalam email tertanggal beberapa waktu yang lalu, Wakil Ketua Nissan untuk wilayah tersebut, Massimiliano Messina, menegaskan, pihaknya bekerja dengan tekun dan penuh rasa hormat bersama semua pihak untuk memastikan proses ini dilakukan dengan hati-hati, transparan, dan sepenuhnya mematuhi persyaratan hukum,” jelasnya.

Restrukturisasi ini mencakup rencana pengurangan sekitar 15 persen tenaga kerja global, penurunan kapasitas produksi hampir 30 persen dari 17 menjadi 10 pabrik, serta target penghematan sebesar 500 miliar yen atau sekitar Rp 74,1 triliun.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang telah disusun, Nissan berencana menghentikan produksi di sejumlah fasilitas besar mereka. Langkah ini diawali dengan penutupan pabrik Civac yang berlokasi di Meksiko pada Maret 2026. Keputusan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari efisiensi biaya, tetapi juga sebagai upaya perusahaan untuk melakukan restrukturisasi besar-besaran di pasar global.

Selanjutnya, Nissan juga akan menutup pabrik Oppama di Jepang yang telah menjadi salah satu basis produksi penting mereka. Penutupan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Maret 2028, dengan tujuan mengalihkan fokus produksi ke fasilitas lain yang dianggap lebih efisien dan relevan dengan perkembangan teknologi kendaraan modern.

Tidak hanya Oppama, Nissan pun telah memastikan bahwa pabrik Shonan di Jepang akan berhenti beroperasi lebih awal, yakni pada Maret 2027. Penutupan ini menjadi bagian integral dari strategi mereka dalam menyesuaikan kapasitas produksi dengan permintaan pasar yang terus berubah, sekaligus mendorong efisiensi dalam rantai pasokan.

Rangkaian penutupan pabrik tersebut menunjukkan langkah tegas Nissan dalam menyusun ulang strategi industri mereka di masa depan. Perusahaan berusaha menyeimbangkan kebutuhan efisiensi operasional dengan dorongan kuat menuju inovasi teknologi, khususnya elektrifikasi yang semakin menjadi fokus utama dalam dunia otomotif.

Dengan strategi baru ini, Nissan ingin memastikan keberlanjutan bisnisnya di tengah persaingan global yang semakin ketat. Penutupan pabrik-pabrik lama bukan berarti kemunduran, melainkan bentuk adaptasi agar perusahaan dapat tetap relevan, kompetitif, serta siap menghadapi perubahan besar dalam industri otomotif.

Simak video berikut :

Sumber : avolta.id
viewed :: 1196
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net