PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone   
25 Juli 2025
HEADLINE - MOBIL
Lexus Mulai Membangun Pabrik Kendaraan Energi Baru Di China


Lexus dikabarkan telah memulai pembangunan fasilitas produksi kendaraan energi baru di Distrik Jinshan, Shanghai, China. Dilaporkan Carnewschina, beberapa waktu yang lalu, merek mewah yang dikembangkan Toyota tersebut menjadi perusahaan otomotif kedua yang sepenuhnya dimiliki asing di Shanghai setelah Tesla.

Proyek energi baru Lexus, yang berlokasi di Kawasan Teknologi Tinggi Teluk Shanghai di Distrik Jinshan, dijadwalkan selesai pada Agustus 2026, sementara produksi diharapkan dimulai pada 2027, dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 100.000 mobil.

Melalui investasi ini, Toyota bertujuan untuk mempercepat transformasi listrik dan kendaraan cerdasnya yang lebih cocok untuk pasar domestik dan internasional China. Diketahui, Lexus (Shanghai) New Energy Co., Ltd. memiliki modal terdaftar sebesar 107,1 miliar yen Jepang atau sekitar 740 juta dolar AS (sekira Rp11,9 triliun) dan mencakup total area sekitar 1,13 juta meter persegi. Kawasan ini lebih besar dari pabrik Tesla di Shanghai, yang menempati 860.000 meter persegi.


Jadwal proyek Lexus ini menunjukkan pola yang serupa dengan laju perkembangan pesat yang pernah ditunjukkan oleh Tesla di Shanghai. Kesamaan ini terlihat dari waktu pelaksanaan dan kecepatan realisasi proyek, yang tampaknya meniru pendekatan agresif Tesla dalam memperluas jejak global mereka, khususnya di pasar otomotif terbesar seperti Tiongkok.

Ketika Tesla memulai pembangunan fasilitas manufaktur barunya, yaitu Gigafactory Shanghai, pada Januari 2019, langkah tersebut menandai awal dari ekspansi besar-besaran Tesla di Asia. Langkah ini bukan hanya sekadar perluasan geografis, tetapi juga strategi produksi lokal yang bertujuan menurunkan biaya dan mendekatkan produk ke konsumen Tiongkok.

Tesla tidak membutuhkan waktu lama untuk mewujudkan rencana tersebut. Hanya dalam waktu kurang dari satu tahun sejak peletakan batu pertama, pabrik tersebut sudah mulai beroperasi dan memproduksi kendaraan. Ini mencerminkan efisiensi tinggi dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek, sesuatu yang menjadi tolok ukur bagi produsen mobil lain.

Pada Desember 2019, Tesla berhasil mengirimkan kendaraan Model 3 buatan dalam negeri kepada konsumen Tiongkok. Ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perusahaan karena Model 3 buatan Gigafactory Shanghai menjadi produk pertama Tesla yang dirakit di luar Amerika Serikat dan dipasarkan secara lokal.

Keberhasilan Tesla ini menunjukkan bahwa dengan perencanaan matang, kerja sama lokal yang baik, serta dukungan regulasi yang mendukung, sebuah pabrik otomotif bisa beroperasi dalam waktu yang sangat singkat. Ini menjadi pembelajaran penting bagi pabrikan lain yang ingin menanamkan investasi di negara dengan pasar besar.

Tidak mengherankan jika jadwal proyek Lexus kini tampak mengikuti pola serupa. Lexus tampaknya ingin meniru strategi cepat dan efisien seperti yang dilakukan Tesla, dengan harapan mampu memperoleh hasil yang sama dalam hal penetrasi pasar dan percepatan produksi.

Meski belum disebutkan secara detail kapan Lexus akan mulai memproduksi kendaraan, namun kesamaan ritme dengan Tesla menunjukkan adanya potensi langkah besar yang akan diambil perusahaan dalam waktu dekat. Jika Lexus mampu mengulang keberhasilan Tesla dalam hal kecepatan pembangunan dan peluncuran produk, maka mereka bisa segera menjadi pemain kuat di kawasan tersebut.

Sumber : otomotif.antaranews.com
viewed :: 1182
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net