| » Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone « |
|
01 Juli 2025
HEADLINE - MOBIL
Masa Depan Swakemudi Tesla Bisa Kandas Diusik Raksasa Otomotif China
![]() Kompetisi di pasar kendaraan listrik global semakin memanas, dan kini, ancaman terbesar bagi dominasi Tesla tampaknya datang dari Tiongkok, bukan hanya dalam hal kendaraan listrik terjangkau, tetapi juga dalam perlombaan teknologi swakemudi. Para produsen EV Tiongkok, yang dipimpin oleh BYD, kini mulai menyalip Tesla dalam upaya pengembangan mobil swakemudi. Ancaman ini semakin nyata setelah BYD mengguncang industri EV pintar China awal tahun ini dengan menawarkan paket bantuan pengemudi "God‘s Eye" secara gratis. Ini sangat kontras dengan strategi Tesla yang membanderol teknologi "Full Self-Driving" (FSD) mereka dengan harga hampir 9.000 dolar AS (setara Rp146 juta) di China. Melansir Reuters, beberapa waktu yang lalu, Taylor Ogan, seorang investor BYD dan pengguna beberapa unit Tesla, menyatakan bahwa God‘s Eye dari BYD lebih mumpuni daripada FSD Tesla, yang menurutnya membuat strategi Tesla "mulai runtuh." Persaingan tidak hanya datang dari BYD. Perusahaan otomotif dan teknologi China lainnya seperti Leapmotor dan Xpeng juga menawarkan sistem yang setara dengan FSD, yang mampu melakukan berkendara di jalan raya dan perkotaan, dalam kendaraan murah seharga 20.000 dolar AS (Rp235 juta). Analisis pembongkaran kendaraan (tear-down analysis) yang dilakukan untuk Reuters menunjukkan bahwa biaya perangkat keras sistem bantuan pengemudi BYD jauh lebih rendah dibandingkan Tesla. Biaya BYD untuk pengadaan komponen dan pembangunan sistem dengan radar dan lidar setara dengan biaya FSD Tesla, yang uniknya tidak menggunakan sensor tersebut dan hanya mengandalkan kamera serta kecerdasan buatan. Pendekatan Tesla ini, yang bertujuan untuk menghemat biaya dengan mengesampingkan sensor tambahan, kini terancam oleh efisiensi biaya yang ditawarkan pesaing China. Persaingan yang meningkat dari pemain EV pintar China ini menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi CEO Tesla, Elon Musk, di tengah penjualan kendaraan Tesla yang menurun secara global. Situasi ini semakin krusial dengan rencana uji coba robotaxi Tesla bulan ini di Austin, Texas, dengan 10 atau 20 kendaraan, setelah satu dekade janji-janji swakemudi yang belum terpenuhi dari Musk. Elon Musk sebelumnya pernah menyebut perusahaan mobil China sebagai yang paling kompetitif di dunia. Persaingan dari China menjadi salah satu faktor pendorong di balik perubahan strategi Tesla tahun lalu. Kini, Tesla menghadapi persaingan ketat dalam otonomi kendaraan dari para produsen mobil China yang sama yang sebelumnya mengganggu rencana EV terjangkau mereka. Selain itu, perusahaan teknologi China seperti raksasa ponsel pintar Huawei juga turut ambil bagian dengan memasok teknologi penggerak otonom kepada produsen mobil besar di China. Sistem bantuan pengemudi, bahkan yang belum mencapai otonomi penuh, menawarkan keunggulan kompetitif yang krusial di pasar mobil terbesar di dunia, di mana penjualan Tesla terus menurun di tengah perang harga yang berkepanjangan di antara puluhan merek EV domestik. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
