| » Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone « |
|
20 Juni 2025
HEADLINE - MOBIL
Dampak Tarif Trump: Harga Ford Bronco Sport, Maverick, Dan Mustang Mach-E Naik
![]() Sebagai konsekuensi dari penerapan tarif yang diberlakukan Pemerintahan Trump terhadap kendaraan yang diproduksi di luar Amerika Serikat bakal segera diterima konsumen konsumen Ford di Amerika Serikat. Mulai 5 Juli 2025, pabrikan otomotif raksasa ini akan menaikkan harga tiga model andalannya yang diproduksi di Meksiko, yaitu Bronco Sport, Maverick, dan Mustang Mach-E. Langkah ini diambil Seorang juru bicara Ford mengonfirmasi berita ini kepada Car and Driver, beberapa waktu yang lalu, dan menekankan bahwa perusahaan tidak sepenuhnya membebankan biaya tarif kepada konsumen. Ford akan menaikkan harga kendaraan yang diproduksi di Meksiko sebagai respons terhadap kebijakan tarif yang dikeluarkan Pemerintahan Trump, hal ini juga sebelumnya dilaporkan oleh Reuters. Kenaikan harga ini akan berlaku untuk kendaraan yang diproduksi setelah 2 Mei 2025, namun baru akan efektif setelah 4 Juli 2025. Ford juga berencana mengakhiri program harga karyawan "From America, For America", yang memungkinkan semua orang mendapatkan harga karyawan. Model-model yang terdampak oleh kenaikan harga ini mencakup tiga kendaraan andalan Ford, yakni Bronco Sport, Maverick, dan Mustang Mach-E. Ketiga model tersebut semuanya diproduksi di pabrik Ford yang berlokasi di Meksiko. Dengan posisi mereka sebagai produk unggulan di segmen SUV dan kendaraan listrik, keputusan menaikkan harga ini menimbulkan perhatian dari para konsumen maupun pengamat industri otomotif, terutama karena Meksiko merupakan salah satu basis produksi strategis Ford. Kenaikan harga ini tidak terjadi secara tiba-tiba tanpa alasan. Menurut juru bicara resmi dari Ford, penyesuaian harga yang dilakukan adalah bagian dari kebijakan peninjauan harga tahunan yang biasanya dilakukan di pertengahan tahun. Hal ini mencerminkan praktik umum dalam industri otomotif, di mana harga kendaraan disesuaikan dengan berbagai faktor produksi dan dinamika pasar agar tetap kompetitif dan mencerminkan biaya aktual. Namun, yang membedakan penyesuaian harga kali ini adalah adanya tekanan tambahan dari tarif yang diberlakukan. Juru bicara tersebut menyebut bahwa kenaikan ini tidak hanya mencerminkan siklus harga reguler, tetapi juga mencakup kombinasi dari beberapa tarif yang harus dihadapi Ford dalam proses produksi maupun distribusi. Tarif tersebut berasal dari berbagai kebijakan perdagangan internasional yang berdampak langsung pada biaya operasional perusahaan. Penerapan tarif ini diyakini menjadi tantangan besar bagi produsen otomotif seperti Ford, karena dapat mengganggu perencanaan harga dan rantai pasok. Ketika biaya produksi meningkat akibat tarif, perusahaan tidak punya banyak pilihan selain meneruskannya ke konsumen. Hal inilah yang mendorong perusahaan menaikkan harga kendaraan, meskipun langkah ini bisa saja mengurangi daya tarik produk di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Meski begitu, Ford menyampaikan bahwa mereka akan terus memantau kondisi pasar serta regulasi yang berlaku, dan tetap berkomitmen menyediakan produk berkualitas tinggi dengan nilai terbaik bagi konsumen. Perusahaan juga berharap bahwa kebijakan harga baru ini dapat diterima oleh pasar, sembari mereka melakukan penyesuaian strategi produksi dan distribusi agar tetap relevan dalam iklim bisnis yang berubah cepat. “Kami tidak membebankan seluruh biaya tarif kepada pelanggan kami." Karena perubahan harga ini tidak berlaku untuk kendaraan yang diproduksi sebelum 2 Mei, maka tidak akan berdampak pada harga mobil yang sudah berada di dealer,” jelasnya. Besaran kenaikan harga masih belum sepenuhnya jelas. Menurut laporan Reuters, memo internal dealer menunjukkan kenaikan harga hingga 2.000 dolar AS (setara Rp33 juta), meskipun laporan tersebut tidak menjelaskan model mana yang akan mengalami perubahan tersebut. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
