| » Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone « |
|
03 Mei 2025
HEADLINE - MOBIL
GWM Sebut Teknologi EREV Sudah Kedaluwarsa
![]() Great Wall Motors (GWM) memberikan tanggapan soal fenomena pabrikan Cina yang mulai mengembangkan teknologi Extended-Range Electric Vehicle (EREV). Menurut perusahaan, teknologi itu sudah kedaluwarsa dan tidak akan ikut-ikutan seperti merek lain. Senior Vice President GWM, Mu Feng mengatakan, tentunya perusahaan sama sekali tidak akan menggunakan teknologi tersebut. “Kami lebih baik ‘mati’ daripada harus membuat kendaraan range-extender“, ujar Mu Feng mengutip CarNewsChina, beberapa waktu yang lalu. Senada, Chairman GWM, Wei Jianjun mengatakan EREV hanya bersifat sementara dan tidak sesuai dengan strategi pengembangan jangka panjang perusahaan. Menurut Wei GWM akan fokus pada jalur teknologi hybrid dan listrik murni. Teknologi ini memiliki sejumlah kekurangan, termasuk ketergantungan pada fosil, kapasitas baterai kecil dengan jarak tempuh kurang jauh, lebih rendah efisiensi bahan bakar, hingga kinerja lebih rendah dari EV murni. Sekadar informasi, teknologi EREV merupakan jenis kendaraan hibrida yang menggabungkan motor listrik dengan mesin pembakaran internal kecil untuk memberikan jangkauan berkendara lebih jauh daripada mobil listrik konvensional. Teknologi Extended Range Electric Vehicle (EREV) merupakan solusi cerdas yang menggabungkan efisiensi kendaraan listrik dengan kepraktisan mesin pembakaran internal. Dalam sistem ini, motor listrik berperan sebagai sumber tenaga utama untuk menggerakkan kendaraan. Motor inilah yang menjalankan roda, memberikan respons instan, serta efisiensi energi yang lebih tinggi dibandingkan kendaraan konvensional berbahan bakar bensin atau diesel. Yang membedakan EREV dari mobil listrik murni (BEV) adalah keberadaan mesin pembakaran internal yang tidak berfungsi untuk menggerakkan kendaraan secara langsung. Sebaliknya, mesin tersebut hanya digunakan sebagai generator untuk mengisi ulang daya baterai saat kapasitas energi hampir habis. Ini memberikan keuntungan besar karena memungkinkan kendaraan tetap melaju meski stasiun pengisian daya listrik tidak tersedia di sekitar. Konsep ini sangat membantu mengatasi masalah "range anxiety" atau kekhawatiran akan kehabisan daya di tengah perjalanan yang sering kali menjadi hambatan utama bagi calon pengguna kendaraan listrik. Dengan teknologi EREV, pengguna dapat merasa lebih tenang karena mereka memiliki cadangan energi yang dapat diaktifkan kapan saja melalui mesin pembakaran internal yang efisien. Saat ini, sejumlah produsen otomotif asal Tiongkok telah mulai mengadopsi dan mengembangkan teknologi EREV ini. Langkah ini menunjukkan bahwa pasar Asia, khususnya Tiongkok, mulai melihat potensi besar dari kendaraan listrik dengan jangkauan yang diperluas sebagai bagian dari transisi menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan namun tetap praktis. Beberapa merek terkemuka dari Tiongkok yang telah mengimplementasikan teknologi EREV antara lain adalah BYD dan Jetour. Kedua perusahaan ini telah menghadirkan model-model kendaraan dengan sistem EREV yang tidak hanya efisien dalam konsumsi energi, tetapi juga menawarkan kenyamanan berkendara yang setara dengan mobil konvensional. Selain itu, Geely, DFSK, Li Auto, dan Neta juga telah masuk ke pasar EREV dengan inovasi mereka masing-masing. Mereka menawarkan berbagai varian model dengan teknologi ini, menunjukkan bahwa EREV bukan hanya sekadar teknologi alternatif, melainkan telah menjadi bagian integral dari strategi elektrifikasi otomotif global, terutama dari pemain industri otomotif Tiongkok. Simak video berikut : Sumber : avolta.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
