PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone   
02 Mei 2025
HEADLINE - MOBIL
Mercedes Benz Recall 12.000 Lebih Mobil Listrik Ini di China


Mercedes Benz menarik kembali atau recall produk mobil listriknya di China, dikarenakan menimbulkan risiko kebakaran pada baterai. Mengutip dari laman Carnewschina, beberapa waktu yang lalu, perusahaan patungan produsen mobil mewah Jerman di China Beijing Benz mengumumkan total penarikan kembali sebanyak 12.308 unit untuk model EQA dan EQB.

Dari data yang dibagikan oleh Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China atau SAMR, model yang terdampak penarikan kembali tersebut merupakan produksi antara 1 April 2021 hingga 31 Oktober 2023.

"Beberapa kendaraan yang termasuk dalam penarikan kembali ini memiliki keandalan baterai yang berkurang karena fluktuasi dalam proses produksi baterai bertegangan tinggi," bunyi pengumuman tersebut.


Selain itu, kontrol perangkat lunak sistem manajemen baterai yang ada juga dapat menyebabkan sel (baterai) tersebut menanggung beban yang berlebihan. Faktor tersebut dapat meningkatkan risiko korsleting pada sel.

Parahnya, ketika masalah tersebut terjadi (korsleting pada sel baterai) dapat menyebabkan kebakaran kendaraan, dan tentunya dapat menimbulkan bahaya keselamatan bagi para pengguna, maupun keadaan sekitar.

Menyikapi masalah di atas, Mercedes Benz akan meningkatkan perangkat lunak sistem manajemen baterai kendaraan yang terkena dampak, melalui jaringan dealer yang sudah tersebar untuk menghilangkan bahaya keselamatan.

Sebelum proses penarikan kembali dilakukan secara resmi, Mercedes-Benz telah lebih dulu mengeluarkan imbauan kepada para pemilik kendaraan listrik mereka. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian perusahaan terhadap potensi risiko teknis yang mungkin terjadi saat pengisian daya berlangsung.

Mercedes-Benz menyarankan agar pengguna segera mengatur batas pengisian daya baterai mobil listrik mereka. Rekomendasi tersebut bukan tanpa alasan, melainkan merupakan upaya untuk mencegah kemungkinan kerusakan atau gangguan performa pada sistem kelistrikan kendaraan.

Secara spesifik, batas maksimum pengisian daya yang dianjurkan oleh Mercedes-Benz adalah tidak melebihi angka 80 persen. Hal ini dipercaya dapat mengurangi tekanan berlebih pada baterai, sekaligus menjaga umur pakai komponen tersebut agar lebih panjang dan stabil dalam jangka waktu tertentu.

Perusahaan otomotif asal Jerman itu menilai pendekatan ini sebagai solusi sementara yang masuk akal hingga proses investigasi dan penarikan resmi selesai dilakukan. Mereka juga menjamin akan terus memantau dan memberikan pembaruan kepada pelanggan terkait perkembangan situasi.

Langkah proaktif Mercedes-Benz ini mencerminkan komitmen mereka terhadap keselamatan pengguna serta kualitas produk. Dengan memberikan panduan pengisian daya yang lebih konservatif, diharapkan pengguna tetap dapat menikmati kendaraannya dengan aman hingga solusi permanen tersedia.

Seperti diketahui, ini adalah kedua kalinya merek mewah ini melakukan penarikan kembali atau recall seri EQ di China. Sebelumnya, pada 21 Juni 2024 Mercedes Benz juga melakukan recall 2.380 unit seri EQ termasuk SUV EQS dan SUV EQE karena risiko kendaraan kehilangan daya saat dikendarai.

Sumber : voi.id
viewed :: 1115
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net