| » Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone « |
|
01 Mei 2025
HEADLINE - MOBIL
Nissan ekspansi pasar dengan kendaraan listrik buatan China
![]() Perusahaan otomotif Jepang, Nissan Motor Co., Ltd. menunjukkan langkah strategis dalam memperluas jangkauan globalnya dengan mengumumkan rencana untuk mengekspor kendaraan listrik (EV) yang diproduksi di China ke pasar global. Langkah signifikan itu mencerminkan komitmen kuat Nissan terhadap pasar di Negeri Tirai Bambu, yang merupakan salah satu dari dua pasar terbesar mereka di dunia, bersama Amerika Serikat, menurut Ketua Komite Manajemen Nissan untuk Tiongkok, Stephen Ma saat wawancara di pameran otomotif Shanghai Auto Show, beberapa waktu yang lalu, dilansir dari laporan South China Morning Post. Dua model andalan yang akan menjadi pionir dalam ekspansi ini adalah sedan listrik N7 dan truk pikap listrik hibrida Frontier Pro. Kedua kendaraan ini dirancang dan diproduksi sepenuhnya di Tiongkok, menandai pertama kalinya bagi merek asal Tiongkok di bawah naungan Nissan untuk diekspor secara global. Keputusan ini sejalan dengan rencana ambisius Nissan untuk meluncurkan 10 kendaraan energi baru (NEV) pada musim panas tahun 2027. Lebih lanjut, Nissan juga menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi terkemuka Tiongkok, seperti Momenta dan Huawei. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan dan meningkatkan teknologi berkendara cerdas pada jajaran model-model baru Nissan di masa depan. Langkah Nissan ini menandai strategi penting dalam memperkuat pijakannya di pasar otomotif Tiongkok yang sangat kompetitif dan dinamis. Dengan terus bertumbuhnya minat terhadap kendaraan listrik di negara tersebut, Nissan melihat peluang besar untuk memperluas jangkauan produknya. Kehadiran mereka yang semakin agresif di wilayah ini juga menjadi sinyal kuat akan keseriusan mereka dalam bersaing dengan produsen lokal. Tidak hanya sebagai pasar tujuan, Tiongkok juga berperan sebagai pusat produksi dan inovasi bagi kendaraan listrik masa depan Nissan. Negara tersebut menawarkan rantai pasok yang kuat serta kemampuan manufaktur skala besar yang sangat dibutuhkan dalam produksi EV. Kolaborasi yang erat dengan mitra lokal memungkinkan Nissan untuk mempercepat proses pengembangan dan distribusi kendaraan listrik. Salah satu terobosan utama adalah peluncuran model N7, yang dirancang khusus untuk memenuhi preferensi konsumen Tiongkok yang semakin mengutamakan efisiensi, teknologi, dan desain futuristik. Model ini diharapkan menjadi simbol kemajuan Nissan dalam menghadirkan mobilitas yang lebih berkelanjutan dan terjangkau. Nissan juga menekankan bahwa N7 menggabungkan performa tinggi dengan kenyamanan berkendara maksimal. Selain N7, Nissan juga meluncurkan model Frontier Pro, sebuah kendaraan yang lebih tangguh dan cocok untuk kebutuhan off-road maupun niaga ringan. Model ini memadukan ketangguhan kendaraan konvensional dengan sentuhan modernisasi yang membuatnya lebih relevan di pasar saat ini. Frontier Pro diproyeksikan menjadi pilihan utama di pasar ekspor berkat daya tahannya. Fokus Nissan tidak hanya pada sisi desain dan performa, tetapi juga pada peningkatan kualitas produksi dan adopsi teknologi canggih di seluruh lini produknya. Nissan memastikan bahwa standar global tetap diterapkan di setiap tahap produksi kendaraan mereka yang berbasis di Tiongkok. Hal ini ditujukan agar produk yang dihasilkan mampu bersaing secara global dan memenuhi ekspektasi konsumen internasional. Dengan strategi ini, Nissan optimistis bahwa kendaraan listrik buatan Tiongkok seperti N7 dan Frontier Pro akan diterima secara positif di berbagai pasar global. Langkah ini sekaligus membuka jalan bagi Nissan untuk menunjukkan kepemimpinannya dalam inovasi otomotif, serta memperkuat reputasinya sebagai produsen mobil global yang adaptif terhadap perubahan tren dan kebutuhan pasar. Sumber : otomotif.antaranews.com
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
