PT. CITRA LODOK LESTARI
   Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone   
07 Oktober 2025
SPORTS - MOTOR
Ducati Dan Aprilia Kompak Menilai Bezzecchi Terburu-buru


Baik Ducati dan Aprilia kompak melemparkan kesalahan kepada Marco Bezzecchi terkait tabrakan dengan Marc Marquez saat balapan MotoGP Indonesia, di Mandalika, Minggu (5/10/2025). Pebalap Italia itu seharusnya lebih bersabar mengingat keunggulan yang ia miliki atas para pesaingnya.

Manajer Ducati MotoGP, Davide Tardozzi, percaya bahwa Marco Bezzecchi terlalu terburu-buru di MotoGP Indonesia setelah sebuah gerakan yang kurang tepat di lap pembuka membuat mereka berdua tersingkir dari balapan.

Bezzecchi berhasil merebut pole position dengan selisih lebih dari 0,4 detik dalam penampilan paling kompetitif dari pebalap Aprilia pada 2025, tetapi peluncuran yang buruk membuatnya berada di posisi kedelapan dan dengan banyak hal yang harus ia perbaiki.


Pebalap Italia itu telah menunjukkan pada Sabtu bahwa ia memiliki kecepatan untuk pulih dari posisi di bawah 10 besar, setelah merebut kemenangan pada lap terakhir sprint setelah start yang sama lambatnya.

Namun, ketika pebalap berusia 26 tahun itu bergerak ke sisi dalam untuk menyalip Marquez pada balapan hari Minggu, ia menabrak ban belakang Ducati dan membuat keduanya terjatuh ke area kerikil.

Kecelakaan tersebut berakibat fatal karena Marquez mengalami patah tulang selangka setelah berguling-guling di gravel, sementara Bezzecchi sendiri harus dilarikan ke pusat medis, di mana ia dinyatakan lolos dari cedera serius.

Murid Akademi VR46 itu lalu mengunjungi Marquez setelah balapan untuk meminta maaf atas kecelakaan tersebut. Sebuah sikap yang dihargai oleh Tardozzi. Namun di sisi lain, ia merasa pebalap Aprilia itu terlalu serakah di lap pembuka balapan, dan seharusnya bermain lebih lama. "Marco menjalani akhir pekan yang fantastis hingga lap pertama balapan karena dia menunjukkan bahwa dia adalah yang tercepat," kata Tardozzi kepada MotoGP.com.

"Saya pikir dia harus lebih banyak berpikir dan menunggu. Dia terlalu terburu-buru. Seperti biasa, kata-kata yang sama, balapan tidak dimenangkan di lap pertama, tetapi (dengan) memikirkan (tentang) 27 lap.  "Saya pikir Marco melakukan kesalahan. Tapi, dia memberikan pandangannya kepada kami dan Marc. Kami berharap dapat melihat kedua pebalap di lintasan balap."


Keluarnya Bezzecchi di lap pembuka menjadi pukulan telak bagi Aprilia, membuat tim yang bermarkas di Noale ini hanya memiliki satu pebalap yang bisa membawa harapan di sisa balapan. Dia adalah Raul Fernandez dari Trackhouse Racing.

CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, juga mengakui bahwa Bezzecchi terlalu bersemangat untuk memulihkan posisi yang hilang setelah mundur di awal balapan. "Semua orang melihat selama balapan akhir pekan bahwa kecepatannya cukup mengesankan," kata Rivola kepada laman MotoGP. "Sektor 2 adalah tempat di mana dia melaju jauh lebih cepat dari rata-rata pebalap lainnya. 

"Mungkin dia terganggu, dia tidak menyadari kecepatan yang dia miliki di tikungan lambat itu. Yang pasti, jika ia berada di posisi yang berbeda, (hal ini tidak akan terjadi). Mungkin ia juga merasa gugup, saya tidak tahu apakah ia ingin pulih terlalu cepat.

"Ketika Anda merasa memiliki kecepatan untuk menang, Anda ingin mendapatkannya kembali secepat mungkin, tapi jelas itu adalah sebuah kesalahan." Berbicara kepada wartawan setelah balapan, ia menambahkan, "Ini benar-benar sesuatu yang ingin kami hindari, tetapi dalam kompetisi seperti ini, Anda tahu betapa ketatnya persaingan di MotoGP. 

"Mereka semua adalah pejuang yang mencoba untuk mendapatkan yang terbaik dari motornya, mungkin terkadang tidak terlalu memikirkan strategi, karena jelas dia memiliki kecepatan untuk memulihkan diri. Dia melakukan itu kemarin dalam setengah jumlah lap."

Sumber : id.motorsport.com
viewed :: 1203
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :
© Copyright 2013 motormobile.net