|
28 Februari 2026
GARASI - MOBIL
Buick Electra E7, Senjata Baru GM Di Pertarungan Crossover Premium China
![]() Tahun lalu menjadi periode yang berat bagi banyak pabrikan mobil yang bermain di pasar China. Persaingan makin padat, sementara merek-merek lokal bergerak begitu cepat menghadirkan mobil listrik dengan teknologi canggih dan harga agresif. Kondisi tersebut paling terasa bagi produsen Barat yang strategi elektrifikasinya belum cukup kencang untuk mengejar ritme pasar setempat. Di tengah tekanan itu, General Motors (GM) memilih tidak angkat tangan. Raksasa otomotif Amerika tersebut justru bergerak lincah, khususnya lewat merek Buick yang masih menjadi salah satu andalan GM di China. GM disebut mulai menyudahi sejumlah proyek mobil listrik yang penjualannya lambat dan berbasis platform Ultium, lalu mengalihkan fokus ke platform baru bernama Xiao Yao yang lebih disesuaikan dengan kebutuhan pasar China. ![]() Langkah itu kini memunculkan sinyal baru, salah satu model terbaru Buick yang memakai platform Xiao Yao disebut telah bocor lewat dokumen Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT). Sebagaimana dilansir dari Insideevs, beberapa waktu yang lalu. Mobil tersebut diduga kuat akan menjadi penantang serius di segmen crossover premium ukuran menengah, segmen yang jadi paling panas di Negeri Tirai Bambu. MIIT merupakan tahapan penting sebelum kendaraan mendapat homologasi dan resmi dijual di China. Dokumen MIIT biasanya memuat gambar bergaya paten dan detail dasar seperti dimensi, konfigurasi mesin, hingga output tenaga. Namun, informasi seperti harga, jarak tempuh, kapasitas baterai, hingga konsumsi energi belum muncul dalam dokumen tersebut. Dari bocoran itu, Buick Electra E7 diyakini sebagai versi produksi dari konsep SUV Electra yang diperkenalkan tahun lalu di China. Desainnya tampil rapi dan modern, masih punya karakter Buick, meski sentuhan lampu belakang model memanjang penuh memberi rasa berbeda dibanding Buick yang selama ini dikenal lewat Envista, Envision, maupun Enclave. ![]() Secara ukuran, Electra E7 berada di antara segmen kompak dan menengah. Mobil ini memiliki panjang sekitar 190,2 inci dan lebar 75,2 inci, sedikit lebih sempit dan lebih pendek dibanding Chevrolet Blazer EV. Namun tingginya mencapai 65,9 inci, membuatnya tampak lebih jangkung. Buick Electra E7 kabarnya akan memulai debut sebagai plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Sementara saudaranya, sedan Electra L7, sudah tersedia dalam format extended-range EV (EREV), di mana mesin berperan sebagai generator untuk mengisi daya. Menurut data MIIT, Electra E7 akan menggunakan mesin 1,5 liter yang bekerja bersama motor listrik bertenaga 221 hp. Jika memakai mesin turbo, output gabungan dari sistem hybrid ini diperkirakan bisa mencapai sekitar 375 hp. Meski demikian, ukuran baterainya masih belum diungkap. Platform Xiao Yao sendiri memang dikembangkan untuk fleksibel, mendukung PHEV, EREV, hingga EV murni, sehingga Buick bisa menyesuaikan produk dengan tren yang bergerak cepat di China. Electra E7 tampaknya bukan sekadar model baru, tapi bagian dari strategi besar GM untuk membalikkan keadaan di China. Tahun 2025 disebut sebagai periode kebangkitan bagi GM, setelah penjualan kendaraan elektrifikasinya meningkat pesat di kuartal keempat. GM mencatat pertumbuhan 22 persen untuk penjualan gabungan EV, PHEV, dan EREV di China. Lonjakan ini turut didorong oleh model-model berbasis Xiao Yao seperti Electra L7 dan MPV Encasa. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
