| » Jadwal WorldSBK Belanda 2026 « |
|
22 Februari 2026
SPORTS - MOBIL
Liam Lawson Terkejut Dengan Temuan F1 2026 Yang Tak Terduga
![]() Liam Lawson baru-baru ini mengungkapkan keterkejutannya terhadap generasi baru mobil Formula 1 yang ternyata tidak semudah yang ia perkirakan secara fisik. Meskipun mobil-mobil ini didesain lebih sempit dan kecil untuk tahun 2026, yang mengakibatkan kecepatan di tikungan menurun, serta kebutuhan untuk memanen energi sebelum jalan lurus panjang juga mengurangi kecepatan bagi para pebalap. Namun, meskipun kecepatan berkurang dan gaya G tidak setinggi sebelumnya, pengurangan kecepatan ini membuat para pebalap menghabiskan lebih banyak waktu di tikungan. Lawson awalnya merasa bahwa mobil 2026 akan lebih mudah dihadapi, tetapi kemudian ia menyadari bahwa penilaiannya tersebut keliru. "Sejujurnya, meskipun Anda melintasi tikungan dengan lebih lambat, Anda justru menghabiskan lebih banyak waktu di dalam tikungan," ujar Lawson kepada media, termasuk RacingNews365. "Ini tetap saja memberikan tekanan pada leher, jadi saya berharap ini akan jauh lebih mudah, tetapi ternyata tidak jauh berbeda." Mobil-mobil ini, menurut Lawson, sangat berbeda dengan apa pun yang pernah ia kendarai sebelumnya; mereka menghadirkan gaya berkendara yang benar-benar baru dan tidak banyak berkaitan dengan yang lain. Ketika ditanya mengenai hubungan antara mesin F1 baru dengan F2, Lawson merasa bahwa kekhasan mobil 2026 justru membuat kedua kategori tersebut semakin jauh berbeda. Menurutnya, Formula 1 sejak dahulu memang dikenal sebagai ajang yang sangat cepat dan ekstrem, sehingga karakter mobil serta tuntutan mengemudinya berbeda jauh dibandingkan kategori di bawahnya. Kecepatan tinggi, teknologi canggih, dan tekanan kompetitif membuat pengalaman berkendara di kelas ini benar-benar unik. Ia juga menegaskan bahwa performa mobil F1 tidak pernah benar-benar memiliki keterkaitan langsung dengan Formula 2, meskipun secara struktur keduanya berada dalam jalur pembinaan yang sama. Perbedaan tenaga, aerodinamika, dan kompleksitas teknis membuat transisi antar kelas terasa sangat besar. Karena itu, jarak kemampuan yang harus dijembatani pebalap saat naik dari F2 ke F1 dinilai selalu terlalu lebar. Banyak aspek baru yang harus dipelajari secara cepat, mulai dari karakter pengereman, manajemen energi, hingga gaya berkendara yang sepenuhnya berbeda dari mobil junior. Ia menambahkan bahwa kondisi musim ini tidak serta-merta membuat jarak tersebut menjadi lebih kecil. Walaupun mobil F1 dikatakan sedikit lebih lambat dibanding sebelumnya, hal itu tidak otomatis membuatnya lebih mudah dikuasai oleh pebalap yang baru naik kelas. Justru, perubahan karakter mobil membuat sensasi berkendara semakin berbeda. Adaptasi yang dibutuhkan bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga cara mengontrol mobil, memahami perilaku aerodinamika, serta menyesuaikan strategi balap yang jauh lebih kompleks. Akibatnya, hubungan antara kedua kategori tersebut mungkin terasa semakin tidak relevan dalam konteks pengalaman mengemudi. Meski F2 tetap menjadi batu loncatan resmi, realitas di lintasan menunjukkan bahwa tantangan di F1 berdiri sebagai dunia yang hampir sepenuhnya berbeda. Sumber : ligaolahraga.com
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
