| » Jadwal MotoGP Grand Prix Inggris 2026, Silverstone « |
|
06 November 2025
SHOWROOM - MOBIL
Modifikasi Toyota BJ40 1985 Tergila-gila
![]() Beruntung!! Mungkin itu kata yang paling tepat untuk pria kelahiran Bukit Tinggi yang satu ini. Pasalnya, dia menjadi BJ40 ini, yang kondisi cat orisinalnya masih utuh. Sejak tahun 1992, sang pemilik mengaku sering gonta ganti BJ, namun belum pernah menemukan yang seorisinal ini. Satu kelingan bodi pun belum ada yang berubah atau hilang. "Saya sudah mengincar sejak lama, karena kondisinya yang sangat langka, full original termasuk cat, itu membuat saya sampai tergila-gila," ungkap Refli Yuner yang sudah menetap di Medan. Untuk mendapatkan sang idola ini, berbagai jurus pendekatan pun dilakukan, mulai dengan pendekatan langsung hingga melalui kerabat dekat si pemilik. Maklum saja, kendaraan yang diincar bukanlah unit yang akan dijual oleh pemiliknya, yang terbilang pengusaha sukses. "Bisa dibayangkan sulitnya pendekatan, karena boleh dibilang orangnya tidak butuh uang, juga tidak berhasrat untuk menjualnya," tutur Om Refli. Bila dihitung, perjuangan merayu pemilik ini cukup lama. Hingga empat tahun! Setahun terakhir Om Refli mengaku semakin intens merayu sang pemilik. Berbekal tekad dan kesabaran, akhirnya BJ40 tahun 1985 ini pun berhasil pindah garasi. "Mungkin beliau udah bosan lihat saya, dan akhirnya deal." Meski memiliki tiga unit lain keluaran Toyota, namun yang satu ini paling spesial. Ketika soal harga tak jadi masalah, si pemilik mengaku puas sang idola jatuh ke tangannya, "Harga jangan ditanya lagi, yang jelas belinya sudah diatas harga VX80 th 97." Tentu, orisinalitas masih dipertahankan, meski ada perubahan pada shockbreaker, pelek dan ban untuk alasan kenyamanan, dan supaya terlihat lebih kokoh karena dipakai untuk harian. "Bisa saja dipasangkan pelek besi yang masih tersimpan. Cuma kurang nyaman, dan kalau ada masalah ban, agak repot pengerjaannya. Konsep original juga saya terapkan pada unit lainnya," cetusnya. Karena kondisi BJ tergolong istimewa, sang pemilik merawat dengan ekstra hati-hati untuk urusan bodi. Bodi sengaja tidak sembarangan dipolish, karena cat yang sudah sangat tipis. Hal itu ditandai dengan terlihatnya warna dasar di beberapa sudut bodi. Maklum cat masih bawaan pabrik, tak heran jika sang pemilik merawat dan melindunginya seperti anak sendiri. "Sejak di tangan saya, bisa dihitung jari BJ ini kena hujan. Kalau sedang dipakai di seputaran kota dan tiba-tiba ada indikasi akan hujan, saya akan buru-buru pulang," imbuh pria kelahiran 1966 ini. Mobil istimewa seperti ini, tentu saja menarik perhatian orang. Tak terhitung berapa kali pengalaman diikuti orang sampai tempat tujuan. Dari sekadar penasaran, berdecak kagum, bahkan sampai menawar harga dan minta alamat. Khusus BJ40 kesayangannya ini, Om Refli menambahkan, "Yang satu ini tidak boleh keluar sembarangan dan kena lumpur, karena punya perawatan khusus." Pantas jika tunggangannya mendapat juara 1 untuk kategori best original di acara pengukuhan TLCI Medan.
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
