21 September 2025
HEADLINE MOBIL
Stellantis Luncurkan Baterai Yang Lebih Ringan Dan Cepat Isi Daya

Pabrikan otomotif Stellantis berkolaborasi dengan Saft meluncurkan prototipe kendaraan inovatif yang memiliki fitur baterai lebih ringan dan pengisiannya lebih cepat. Melalui situs resmi Stellantis, beberapa waktu yang lalu, teknologi yang dinamakan The Intelligent Battery Integrated System (IBIS) bertujuan untuk mengembangkan sistem penyimpanan energi dan konversi listrik yang lebih efisien, berkelanjutan, dan hemat biaya.
Cara kerja IBIS adalah menata ulang sistem penggerak listrik dengan menanamkan fungsi inverter dan pengisi daya langsung ke dalam baterai, terlepas dari komposisi kimia atau aplikasinya. Arsitektur itu mendukung arus bolak-balik (AC) dan arus searah (DC), yang memasok energi listrik langsung ke motor atau jaringan listrik, sekaligus memasok jaringan 12V dan sistem tambahan kendaraan.
Teknologi tersebut diklaim memiliki manfaat utama di antaranya peningkatan efisiensi energi hingga 10 persen (siklus WLTC) dan peningkatan daya 15 persen (172 kW vs. 150 kW) dengan ukuran baterai yang sama.
Mengurangi berat kendaraan hingga 40 kilogram dan membebaskan volume hingga 17 liter sehingga memungkinkan aerodinamika dan fleksibilitas desain yang lebih baik. Hasil awal juga menunjukkan pengurangan waktu pengisian daya sebesar 15 persen, yaitu dari 7 menjadi 6 jam dengan pengisi daya AC 7 kW, serta penghematan energi sebesar 10 persen.
Selanjutnya, servis kendaraan dapat dilakukan lebih mudah berkat teknologi ini. Selain itu, potensi penggunaan kembali baterai bekas juga lebih besar, baik untuk kebutuhan otomotif maupun aplikasi stasioner, sehingga memberi nilai tambah dalam hal efisiensi energi.
IBIS juga diklaim mampu menyederhanakan proses perawatan serta mempermudah pemanfaatan baterai bekas. Teknologi ini mengurangi kebutuhan rekondisi ekstensif, sehingga baterai bisa langsung dipakai kembali dengan lebih praktis dan ekonomis.
Kendaraan listrik baterai (BEV) pertama yang menggunakan teknologi IBIS adalah Peugeot E-3008 terbaru. Mobil ini dibangun di atas platform STLA Medium, menunjukkan komitmen Stellantis untuk mengintegrasikan inovasi dalam produksi massal.
Prototipe E-3008 dengan IBIS bukan hadir begitu saja, melainkan hasil dari desain dan pengembangan yang panjang. Stellantis bersama mitranya telah melakukan pemodelan dan simulasi selama bertahun-tahun sebelum akhirnya sampai pada tahap implementasi nyata.
Dukungan kuat datang dari berbagai perusahaan serta lembaga riset terkemuka di Prancis. Hal ini mempercepat proses pengembangan sekaligus memastikan hasilnya sesuai standar teknologi tinggi yang dibutuhkan untuk kendaraan listrik masa depan.
Dengan keberhasilan ini, Peugeot E-3008 tidak hanya menjadi produk baru di pasar BEV, tetapi juga simbol nyata kolaborasi industri otomotif dan lembaga penelitian. Kehadirannya menegaskan langkah penting dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik global.
Sumber : otomotif.antaranews.com
Berita Terkait Lainnya :


com.jpg)
