MotoGP 2027 : Satu Pebalap Hanya Gunakan Satu Motor
SPORTS - MOTOR
22 Mei 2026

MotoGP sedang mengkaji secara serius kemungkinan perubahan regulasi yang akan membuat setiap pebalap hanya memiliki satu motor, bukan dua, mulai musim 2027, seperti yang diketahui oleh Motorsport.com. Proposal ini sedang dalam tahap negosiasi antara promotor kejuaraan di satu sisi dan pabrikan serta tim di sisi lain. Diskusi ini akan menentukan kerangka kerja hubungan antara semua pihak dari 2027 hingga 2031.

Inisiatif ini, yang detailnya masih belum sepenuhnya diketahui, berasal dari para pabrikan dengan tujuan utama untuk mengurangi biaya. Jika langkah ini diimplementasikan, diperkirakan tim-tim dapat mengurangi jumlah teknisi dalam setiap struktur, meskipun sulit untuk mengukur penghematan finansial secara absolut.

Karena ini akan menjadi perubahan regulasi, proposal tersebut harus melalui prosedur pemungutan suara yang sesuai dan mendapatkan persetujuan dari Komisi Grand Prix. Jika diterapkan, para pebalap kelas utama akan berada dalam situasi yang mirip dengan kompetitor di Moto2 dan Moto3, yang sejak 2010 beroperasi hanya dengan satu motor, meskipun tim masih mampu merakit mesin kedua dari suku cadang yang disimpan di truk.


Namun, skenario paling logis kemungkinan akan mencerminkan protokol yang saat ini digunakan di WorldSBK. Dalam kejuaraan tersebut, setiap pebalap secara resmi hanya memiliki satu motor yang tersedia, meskipun mesin kedua disimpan di belakang garasi atau di dalam truk tanpa sertifikasi untuk digunakan.

Jika terjadi kecelakaan yang menyebabkan kerusakan tak terperbaiki pada salah satu komponen kunci, seperti sasis, tim dapat meminta intervensi dari inspektur teknis kejuaraan. Para pejabat tersebut akan menilai kerusakan dan harus mengesahkan motor cadangan yang tersembunyi sebelum dapat digunakan di lintasan.

Dalam situasi balapan yang dinyatakan berstatus ‘flag-to-flag’, pebalap saat ini dapat mengganti motor ketika kondisi lintasan berubah akibat cuaca basah. Proses tersebut dilakukan dengan memasuki pit lane lalu berpindah dari satu motor ke motor lain yang sebelumnya sudah disiapkan menggunakan ban serta pengaturan sesuai kondisi lintasan yang sedang berlangsung pada saat balapan.

Pada balapan basah dengan format ‘flag-to-flag’, sistem yang berlaku sekarang memungkinkan pebalap melakukan pergantian motor dengan sangat cepat. Setelah masuk ke pit lane, pebalap cukup melompat ke motor kedua yang telah dilengkapi ban basah atau setelan berbeda agar lebih sesuai dengan perubahan cuaca yang terjadi selama perlombaan berlangsung di lintasan.

Pergantian motor dalam kondisi seperti itu biasanya hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari tiga detik. Kecepatan proses tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam strategi balapan, karena setiap pebalap harus mampu meminimalkan kehilangan waktu ketika memutuskan mengganti motor demi menyesuaikan diri dengan kondisi lintasan yang terus berubah akibat hujan.

Sistem pergantian motor yang digunakan saat ini dianggap efektif dalam balapan ‘flag-to-flag’ karena memungkinkan transisi berlangsung cepat tanpa perlu melakukan penyesuaian tambahan di pit lane. Motor pengganti sebelumnya memang telah dipersiapkan lengkap dengan konfigurasi ban dan pengaturan elektronik yang sesuai dengan kondisi cuaca yang diperkirakan akan terjadi selama lomba.

Namun, apabila format baru nantinya benar-benar disetujui, mekanisme pergantian motor seperti sekarang disebut tidak lagi layak untuk diterapkan. Setidaknya, sistem tersebut tidak akan dapat digunakan dalam bentuk yang sama seperti yang selama ini dipakai di ajang WorldSBK, terutama karena adanya kemungkinan perubahan prosedur dan aturan teknis dalam pelaksanaan balapan.

Jika regulasi anyar resmi diberlakukan, maka konsep pebalap masuk ke pit lane lalu langsung berpindah ke motor kedua kemungkinan besar akan mengalami perubahan besar. Format yang saat ini digunakan di WorldSBK dinilai tidak lagi sepenuhnya sesuai apabila aturan baru diterapkan, sehingga setiap tim nantinya mungkin harus menyesuaikan kembali strategi serta prosedur pergantian motor mereka.

Sumber : ligaolahraga.com

viewed :: 150
Berita Lainnya :