10 September 2025
SPORTS MOBIL

WEC COTA: Sean Gelael Dan United Autosports 95 Nikmati Kemenangan



Sean Gelael, Darren Leung, dan Marino Sato merayakan kemenangan setelah membawa mobil United Autosports 95 tampil gemilang dalam balapan FIA WEC 6 Hours of COTA, Amerika Serikat, Minggu (7/9/2025). Paceklik panjang mereka berakhir.

Selain kerja keras, ada keberuntungan yang berperan di balik kemenangan di kelas LMGT3 itu. Tim AF Corse 54 yang finis tercepat, diganjar penalti lima detik sehingga harus menyerahkan trofinya kepada United Autosports 95.

Balapan di Circuit of The Americas (COTA), yang merupakan putaran enam FIA WEC (Kejuaraan Dunia Ketahanan), mesti dipandu oleh Safety Car (SC) selama satu jam karena hujan. Race Director WEC, Eduardo Freitas, pun memutuskan untuk meningkatkan status red flag.


Saat balapan dihentikan sejenak, Darren Leung sedang membawa McLaren 720S GT Evo ke posisi pertama dari P3. Itu karena dua pebalap di depannya memilih masuk pit saat Safety Car. Taktik menghemat bahan bakar, sangat berguna untuk rekan setimnya, Sean Gelael dan Marino Sato, untuk mempertahankan posisi di zona podium. Dibanding dengan pebalap Indonesia, sejatinya pilot Jepang lebih sulit.

Banyaknya insiden di trek basah memicu Safety Car keluar berkali-kali, Sato pun tidak bisa konsisten memangkas gap dengan pesaing di depannya. Ia pun bergerak antara P2 dan P3. Ketika melihat beberapa titik di trek mulai mengering, Sato pun meminta untuk ganti ban kering. Perjudian itu awalnya membuat ketar-ketir karena ia malah mundur ke urutan keenam. Momentum emas pun tiba saat Sato berhasil mendorong mobilnya hingga naik ke posisi kedua.

“Saya meminta ke tim dan berdiskusi lama di radio. Bahkan rasanya lebih terasa lama bicara di radio ketimbang mengemudi. Pakai ban kering akan pelan di awal, namun nantinya akan cepat menjelang finis,” jelasnya.

Mereka puas menjadi runner-up balapan tersebut. Tak lama kemudian, pebalap dan kru United Autosports 95 bersorak ketika mendengar mobil Ferrari milik AF Corse 54, yang dikemudikan David Rigon, melakukan pelanggaran di Tikungan 11. Skuad tersebut pun diganjar penalti lima detik. Insiden itu melibatkan mobil Ford milik tim Proton Competition 77, yang juga terkena hukuman.

Selisih antara Rigon dan Sato awalnya hanya 2,3 detik, dengan tambahan penalti itu membuat pebalap Jepang berbalik unggul dan dianggap jadi pemenang. Rigon dan AF Corse 54 diputuskan finis di P3, kalah dari Team WRT 46.

“Alhamdulillah akhirnya kami mendapatkan podium pertama musim ini dan podium utama. Terima kasih untuk rekan saya yang sudah berjuang keras dan tim yang mempersiapkan mobil dengan sangat baik,” kata Sean.

“Semua punya peran besar untuk kemenangan ini. Darren di awal sangat bagus, dia memastikan mobil aman di P1. Marino melakukan apa pun yang dia bisa di tengah kondisi sulit dan membawa mobil hingga finis. Ini adalah bukti dari hasil kerja kami selama ini, seberapa berat pun pekerjaan itu.”

Bagi Sean, kemenangan bersama tim United Autosports 95 adalah yang kelima di WEC atau kedua di kelas LMGT3. Pada 2022, dia menang tiga kali di Spa-Francorchamps (Belgia), Fuji (Jepang), dan Bahrain di kelas LMP2. Lalu pada 2024 di kelas LMGT3, pilot 28 tahun ini menang di Imola.

Sementara itu, Darren Leung berkomentar, “Saya sepertinya tak banyak bertarung, hanya menjaga mobil tetap di posisi bagus saat Safety Car. Tapi strategi tiap tim berbeda dan harus diakui kami memiliki taktik yang tepat. Terima kasih untuk tim, juga Sean dan Marino. Ini kemenangan kita semua,” ujar Darren.


Sumber : id.motorsport.com

viewed :: 1133
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :