03 September 2025
HEADLINE MOBIL

Bukan Murah, Pengguna Mobil Listrik Utamakan Data Tahan Baterai



Seiring dengan penggunaan kendaraan listrik yang mulai masif di Indonesia, ternyata konsumen tidak lagi hanya mementingkan harga murah. Dalam riset terbaru yang dilakukan Praxis, bagaimana kini preferensi pengguna terkait fungsi dan nilai jangka panjang sebuah produk, bukan sekedar harga murah.

Dalam survei berjudul ‘Potensi dan Tantangan Mobil Listrik di Indonesia dari Persepsi Pengguna’ ini melibatkan 1.200 pengguna mobil listrik, dari 12 kota besar di Indonesia. Dijelaskan President Director Praxis, Adwi Yudiansyah, survei yang dijalankan dilakukan secara komprehensif memotret perilaku, preferensi, dan aspirasi dari pengguna mobil listrik.

“Ini memberikan peta jalan yang jelas bagi seluruh pemangku kepentingan industri,†jelas Adwi Yudiansyah, dalam keterangan resmi, beberapa waktu yang lalu. Dalam riset tersebut, terungkap jika daya tahan baterai menjadi faktor paling penting bagi pengguna (35,17%), mengungguli harga beli (21,33%) dan reputasi merek (18,5%).


Selain itu, hasil survei menunjukkan mayoritas responden, yakni sebesar 52 persen, menilai bahwa garansi baterai merupakan faktor yang paling memengaruhi keputusan mereka dalam membeli kendaraan listrik. Garansi dianggap penting karena memberikan rasa aman terhadap biaya perawatan yang seringkali menjadi kekhawatiran utama. Setelah garansi, faktor berikutnya yang berpengaruh adalah potongan harga dengan persentase 30 persen.

Diskon harga menjadi daya tarik tersendiri karena mampu menurunkan beban pembelian awal yang biasanya lebih tinggi dibanding mobil konvensional. Responden menilai potongan harga dapat menutupi sebagian besar perbedaan harga dan membuat kendaraan listrik lebih terjangkau. Selain diskon, ada pula opsi bundling berupa pemberian wall charger yang dinilai berpengaruh sebesar 10 persen. Meski tidak sebesar garansi atau diskon, bundling tetap memberikan nilai tambah.

Survei tersebut juga menyoroti tantangan besar dalam hal infrastruktur yang dinilai masih belum memadai. Hampir setengah responden, yakni 46 persen, menekankan bahwa prioritas utama kebijakan Pemerintah seharusnya diarahkan pada perluasan akses Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Akses pengisian yang merata akan membantu meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.

Selain SPKLU, ketersediaan bengkel resmi juga dipandang sangat penting untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik. Responden berpendapat bahwa bengkel resmi akan memberikan jaminan layanan purna jual yang berkualitas. Dengan adanya bengkel resmi yang tersebar luas, pengguna tidak perlu khawatir terkait perawatan maupun perbaikan jika terjadi masalah. Hal ini membuat kendaraan listrik lebih meyakinkan untuk dimiliki.

Meski infrastruktur menjadi tantangan, hasil survei menunjukkan bahwa pengalaman berkendara dengan mobil listrik dinilai lebih baik dibandingkan mobil konvensional. Sebanyak 79 persen pengguna menilai kenyamanan, akselerasi, serta teknologi yang ditawarkan lebih memuaskan. Namun, terdapat satu masalah utama yang masih dirasakan, yakni lamanya durasi pengisian daya yang mencapai enam jam.

Sebanyak 78 persen responden menilai durasi pengisian daya enam jam masih terlalu lama dibandingkan harapan mereka. Sebagian besar berharap waktu pengisian bisa dipangkas menjadi hanya satu hingga dua jam saja. Hal ini menjadi catatan penting bagi produsen untuk berinovasi pada teknologi baterai maupun sistem pengisian agar lebih efisien dan praktis dalam penggunaan sehari-hari.

Selain itu, survei juga menemukan bahwa media sosial berperan sebagai saluran informasi paling efektif dalam memengaruhi pengguna kendaraan listrik. Sebanyak 51 persen responden memilih media sosial sebagai sumber informasi utama mereka. Persentase ini jauh lebih besar dibandingkan pameran otomotif yang hanya dipilih oleh 22 persen responden. Fakta ini menegaskan pentingnya strategi digital dalam memasarkan kendaraan listrik.

Simak video berikut :

Sumber : avolta.id

viewed :: 1164
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :