|
06 April 2026
HEADLINE - MOBIL
Baterai Xiaomi SU7 Masih 94,5% Setelah 265 Ribu Km
![]() Ketangguhan kendaraan listrik kembali mendapat sorotan setelah seorang pemilik Xiaomi SU7 melaporkan kondisi baterai mobilnya masih berada di angka 94,5 persen. Padahal, mobil tersebut telah menempuh jarak 265 ribu kilometer dalam waktu 18 bulan. Pemilik kendaraan bernama Feng mengaku terkejut dengan hasil pemeriksaan tersebut. Padahal, dirinya mengira jika kesehatan baterainya hanya akan berada di 90 persen saja. “Staf Xiaomi memberi tahu saya hasilnya, dan saya benar-benar terkejut. Saya mengira angkanya paling tinggi hanya 90 persen. Melihat angka 94,5 persen sungguh mengejutkan," ujar Feng, dilansir dari Carnewschina, beberapa waktu yang lalu. Data itu berasal dari varian SU7 Pro penggerak roda belakang miliknya. Mobil digunakan secara ekstrem dengan jarak tempuh rata-rata sekitar 600 kilometer per hari, nyaris setara perjalanan pulang-pergi New York–Boston. Dengan kapasitas baterai 94,3 kWh, paket daya tersebut diperkirakan telah melalui sekitar 506 siklus pengisian penuh, berdasarkan konsumsi energi rata-rata 18 kWh per 100 kilometer. Dalam praktiknya, jumlah siklus parsial kemungkinan jauh lebih tinggi. Sebab, sebagian besar pengguna kendaraan listrik mengisi daya di rentang 20–80 persen. Capaian ini menjadi menarik jika dilihat dari standar industri. Mayoritas produsen mobil listrik memberikan garansi baterai selama delapan tahun atau 150.000 kilometer, dengan batas degradasi yang masih dapat diterima di kisaran 20–30 persen. Bahkan Tesla menetapkan ambang kapasitas minimum 70 persen untuk Tesla Model 3 dan Tesla Model Y penggerak roda belakang dalam periode garansi delapan tahun atau 160.000 kilometer. Tak hanya baterai, kondisi komponen lain mobil Feng juga dilaporkan masih prima. Kedalaman tapak ban tercatat 8 mm, setara spesifikasi ban baru. Kemudian pada kampas rem belum pernah diganti. Cairan pendingin pun disebut masih murni tanpa kandungan air, dengan titik beku mencapai minus 38 derajat Celcius. Informasi tersebut pertama kali dibagikan akun Jackson’s Sunset Drive melalui video berbahasa Mandarin yang viral di Weibo dan Bilibili. Video tersebut hingga menarik perhatian CEO Xiaomi Lei Jun, yang ikut membagikannya ulang. Feng bahkan menargetkan pencapaian lebih ekstrem. Ia berambisi menjadi orang pertama yang mengendarai SU7 hingga 600 ribu kilometer dalam tiga tahun. “Saya sudah menghitung biaya operasionalnya. Dibandingkan dengan kendaraan konvensional, saya telah menghemat lebih dari 100 ribu yuan hanya untuk biaya bahan bakar," ucap Feng. Momen ini hadir bertepatan dengan berakhirnya produksi generasi pertama SU7. Versi terbaru dijadwalkan meluncur pada April 2026. Bagi pemilik lama yang cemas soal nilai jual kembali, data ini memberi gambaran bahwa performa kendaraan berpotensi tetap terjaga jauh melampaui masa garansi standar. Versi terbaru yang akan meluncur juga dilengkapi dengan baterai dipasok produsen baterai terbesar dunia yaitu CATL dan BYD. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
