| » Pilih mana, Bagnaia Pergi atau Marquez Pensiun? « |
|
30 November 2025
SPORTS - MOBIL
WRC Perkenalkan Periode Istirahat Wajib Pada 2026
![]() FIA telah membuat beberapa perubahan pada peraturan olahraganya untuk tahun depan, termasuk dalam WRC. Kejuaraan Reli Dunia (WRC) akan menampilkan waktu istirahat wajib tahun depan setelah persetujuan untuk mengubah peraturan olahraga oleh Dewan Motor Sport Dunia (WMSC). Rencana perjalanan reli telah menjadi topik hangat dalam WRC selama beberapa waktu, dengan masalah ini menjadi fokus utama pada Reli Portugal tahun ini. Rencana perjalanan acara tersebut, yang menampilkan 15 jam sehari tanpa istirahat siang, menuai kritik dari para pereli. Kalle Rovanpera (Toyota) menyatakan bahwa jadwal tersebut menimbulkan risiko keselamatan bagi para kru, sementara pemenang reli Sebastien Ogier mengakui bahwa ini merupakan salah satu kontes yang paling menuntut fisik dalam kariernya dan merasa perlu adanya perubahan pada jadwal di masa mendatang. Komisi WRC mengajukan proposal untuk menetapkan waktu istirahat minimum guna memastikan para peserta dan personel mendapatkan waktu yang cukup untuk memulihkan diri di sela-sela reli. Hal ini telah disetujui oleh FIA. Total jam istirahat di seluruh reli sekarang diharuskan setidaknya sama dengan total jam kompetisi, dengan pengecualian pada hari pembukaan. Minimal 10 jam per hari harus didedikasikan untuk istirahat, dengan satu leg setidaknya 12 jam. "Menyusul masukan dari tim dan kompetitor mengenai perpanjangan waktu kompetisi reli selama beberapa musim terakhir, sebuah peraturan baru telah diperkenalkan yang menetapkan waktu istirahat minimum di ajang FIA World Rally Championship," demikian bunyi pernyataan FIA. ![]() Kalle Rovanperä, Jonne Halttunen, Toyota Gazoo Racing WRT Toyota GR Yaris Rally1 "Peraturan ini menetapkan definisi formal tentang kompetisi dan jam istirahat di setiap reli. Menetapkan ambang batas minimum untuk periode pemulihan semalam, yang mengharuskan total jam istirahat di seluruh reli setidaknya sama dengan total jam kompetisi, dengan pengecualian pada hari pembukaan kompetisi, sementara waktu istirahat harian tidak boleh kurang dari 10 jam, termasuk setidaknya satu hari yang menyediakan minimal 12 jam waktu pemulihan. "Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk memastikan konsistensi yang lebih besar di seluruh acara dan memberikan waktu istirahat yang lebih lama bagi kru, tim, ofisial, dan sukarelawan." FIA juga telah mengumumkan kerangka kerja baru untuk calon tuan rumah reli. Uji coba sebelum sebuah event dapat bergabung dengan kalender WRC. Acara-acara tersebut kini harus diadakan setahun sebelum masuk kalender WRC dan tidak lebih dari sembilan bulan sebelum debutnya. Peraturan mengenai pergantian mesin juga telah diubah. Peserta yang mengalami kerusakan mesin setelah kompetisi dimulai dapat mengganti mesin mereka, dengan pengecualian mobil Rally1 yang dinominasikan untuk mendapatkan poin pabrikan. Penalti waktu 60 menit akan diberikan untuk setiap penggantian mesin yang dilakukan setelah dimulainya elemen kompetisi reli, dan mencegah setiap peserta yang telah mengganti mesinnya untuk mendapatkan poin di kejuaraan atau piala FIA mana pun pada acara tersebut. Waktu istirahat tengah hari telah dikurangi dari 40 menit menjadi 30 menit, yang merupakan standar sebelum diperkenalkannya peraturan hibrida Rally1 pada 2022. Ada juga perubahan pada peraturan mengenai chicanes di atas panggung. Penalti lima detik akan diberikan kepada peserta hanya jika elemen chicane benar-benar bergeser dari posisi yang ditandai. Pereli Toyota, Elfyn Evans, dijatuhi hukuman penalti di Reli Eropa Tengah karena menyentuh chicane jerami pada Oktober. Sumber : id.motorsport.com
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
