|
08 Juni 2025
HEADLINE - MOBIL
Masa Sulit Nissan: Selain PHK, Rencana Pabrik Baterai Pun Kandas Di Kyushu
![]() Nissan secara mengejutkan mengumumkan pembatalan rencana pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik (EV) senilai sekitar 153.3 miliar yen (setara Rp125 triliun) di Pulau Kyushu, Jepang barat daya. Keputusan ini menjadi sorotan tajam di tengah upaya Nissan untuk kembali bangkit dari krisis. Sebelumnya, pada Januari lalu, Nissan dengan antusias mengumumkan rencana ambisius untuk membangun pabrik baterai lithium iron phosphate (LFP) di kota Kitakyushu. Proyek ini digadang-gadang akan menciptakan sekitar 500 lapangan kerja dan menjadi tonggak penting dalam strategi elektrifikasi Nissan. Namun, dalam pernyataan resminya beberapa waktu yang lalu, sebagaimana diberitakan oleh Reuters, Nissan mengindikasikan telah terjadi perubahan dalam prioritas strategis perusahaan. Pernyataan tersebut menandai adanya pergeseran fokus yang kemungkinan berkaitan dengan evaluasi ulang terhadap arah pengembangan produk, pasar, atau teknologi. Indikasi ini menunjukkan bahwa Nissan tengah menyesuaikan langkah bisnisnya guna merespons dinamika industri otomotif global yang terus berubah secara cepat dan kompetitif. "Nissan mengambil tindakan turnaround segera dan menjajaki semua opsi untuk memulihkan kinerjanya," demikian bunyi pernyataan perusahaan, yang mengisyaratkan adanya penyesuaian skala ambisi Nissan di pasar domestik. Lebih lanjut, Nissan menyatakan, "Setelah mempertimbangkan dengan cermat efisiensi investasi, kami memutuskan untuk membatalkan pembangunan pabrik baterai LFP baru di Kota Kitakyushu, Prefektur Fukuoka." Tak hanya itu, kabar lain yang beredar menyebutkan bahwa Nissan juga tengah bersiap untuk menawarkan program pensiun dini kepada beberapa ratus staf di Jepang. Laporan dari harian Nikkei menyebutkan bahwa langkah ini akan menjadi pengurangan jumlah karyawan di dalam negeri pertama dalam 18 tahun terakhir. Meskipun Nissan menolak berkomentar terkait laporan Nikkei ini, sinyal restrukturisasi semakin menguat. Langkah pembatalan pabrik baterai ini terjadi di tengah upaya restrukturisasi yang gencar dilakukan Nissan di bawah kepemimpinan CEO baru, Ivan Espinosa, yang mengambil alih posisi dari Makoto Uchida bulan lalu. Perusahaan saat ini tengah melakukan pemangkasan jumlah karyawan, pengurangan kapasitas produksi, dan penutupan pabrik secara global. Sebelumnya, Nissan telah mengumumkan rencana untuk memangkas 9.000 pekerjaan dan mengurangi kapasitas global sebesar 20 persen. Program pensiun dini terakhir di Jepang dilakukan pada tahun 2007, di mana 1.500 pekerjaan dipangkas sebagai respons terhadap penurunan produksi di pasar domestik yang menyusut. Pemerintah Jepang sendiri sebelumnya telah mengalokasikan subsidi hingga 55.7 miliar yen untuk proyek pabrik baterai ini. Pabrik yang direncanakan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 5 gigawatt-jam ini diharapkan mulai beroperasi pada Juli 2028 atau setelahnya. Sumber : voi.id
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
