28 Mei 2024
TIPS MOBIL

Tips Aman Main Off-Road Untuk Pemula Ala Toyota



Berkendara di jalan off-road bukan hal yang mudah dan memiliki kesulitan dan tantangan tersendiri. Apalagi jika Anda belum memiliki jam terbang tinggi.

Membawa mobil di trek off-road membutuhkan konsentrasi tinggi dan yang pasti Anda harus mengenal karakter mobil yang dikendarai.

Sebelum melewati medan-off road, hal yang harus dilakukan pertama kali adalah memeriksa terlebih dahulu mobil yang akan digunakan.


Pastikan bannya sudah menggunakan permukaan kasar (M/T) atau Mud Train, plus penggerak 4x4.

Pengemudi juga wajib mempelajari fungsi dan cara memanfaatkan fitur off-road. Dengan begitu, fitur tersebut dapat dimaksimalkan untuk melewati medan jalan yang menantang.

Satu hal yang harus diingat yaitu soal keselamatan. Ketika mengemudi di medan off-road, sebaiknya tidak pergi sendirian.

Minimal 2 atau 3 mobil, yang salah satunya dilengkapi dengan winch atau alat penarik beban.

Tujuannya agar jika terjadi hal yang tidak diinginkan, misal terperosok, nyangkut (kepater) atau mengalami kerusakan mekanikal di tengah trek, masih bisa dievakuasi keluar dari lokasi.


Berikut ini beberapa trek yang bakal dihadapi pengendara saat bermain off-road.

1. Trek Tanah
Perhatikan dan pelajari treknya. Apakah di trek tanah tersebut terdapat jalur air, tanahnya gembur, atau malah kombinasi antara tanah dengan lumpur.

Untuk menghadapi trek seperti ini, wajib gunakan mode 4L (Low). Rasakan traksi roda via setir, dan belokkan setir ke kanan dan ke kiri jika terasa jalannya mobil mulai berat agar lolos dari handicap.

2. Trek Berlumpur
Gunakan mode 4L agar memperoleh rasio gigi yang lebih low, lalu jalankan mobil. Rasakan grip ban dan yang terpenting jangan terlewat untuk menjaga momentum tenaga.
Yang perlu diingat, saat mengemudi di medan off-road berlumpur tidak boleh kehilangan momentum dan jangan panik.

Juga tidak menginjak pedal gas terlalu dalam karena berpotensi kehilangan kendali dan mobil akan terbenam.


3. Trek Berpasir
Jika permukaan pasir padat, tak perlu khawatir, tapi jika gembur wajib atur momentum agar tak terbenam. Hampir sama seperti di trek berlumpur, pengemudi tidak boleh kehilangan momentum.

Bedanya, pengemudi harus waspada kondisi pasirnya. Jika kontur pasirnya lembut pakai mode 4H saja agar akselerasinya lebih ringan.

Harus dipastikan pengemudi tidak boleh kehilangan momentum atau mobil akan nyangkut/kepater.

4. Trek Tanjakan
Ketika ingin melewati trek tanjakan, cobalah untuk lakukan perlahan terlebih dahulu atau crawling. Kalau tenaganya tidak memungkinkan, coba untuk jalan lebih cepat.

Yang paling penting adalah jangan terburu-buru, sabar, dan selalu antisipasi keadaan. Misal, ketika mobil tenaganya tidak cukup, dan stall di tanjakan.

Pengemudi harus dengan cepat mengarahkan mobil ke tempat aman jika mundur supaya tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.


5. Trek Turunan
Melewati trek turunan pengemudi harus tetap tenang. Karena saat mobil melintasi turunan, mobil akan cenderung meluncur dan berpotensi tidak terkendalikan.

Tahan laju mobil dengan pedal rem, tapi jangan ditekan habis yang menyebabkan ban terkunci sehingga mobil nyelonong tak terkendali.

Kecuali mobil sudah dilengkapi dengan fitur Hill Descent Control yang membuat proses melewati turunan lebih mudah dan aman.

6. Trek Miring Negatif
Trek miring negatif bisa ke bagian kanan atau kiri kendaraan. Jangan panik, tetap siaga pada pedal rem dan kopling (apabila mobil memakai bertansmisi manual), serta pedal rem (jika mobil yang digunakan transmisi otomatis).

Ambil ancang-ancang sebelum berjalan, dan perkirakan kestabilan mobil supaya tidak terguling.

7. Trek Bebatuan
Pada trek bebatuan yang harus dilakukan adalah mengamati susunan batuannya. Apakah mudah terlepas atau berpotensi longsor.

Yang tak kalah penting adalah apakah ada lumut di sekitar bebatuan tersebut karena lumut berpotensi membuat ban kehilangan traksi.

Jika terdeteksi ringan, bisa memakai mode 4H dan berjalan lebih cepat.

Tapi kalau bebatuannya mudah longsor dan membuat mobil kehilangan grip, lajukan perlahan dan pastikan mobil tidak kehilangan momentum.


8. Trek Sungai
Untuk melewati trek sungai, sebelumnya perlu melakukan survey terlebih dahulu. Pastikan kedalaman sungai tidak melebihi kap mesin. Lantas, lihat juga posisi ECU mobil.

Bila letaknya rendah, jangan nekat untuk melibas sungai. Jika sungai dangkal, jangan merasa jumawa karena ada saja potensi terjadinya banjir bandang.

Selalu waspada jika hendak melewati trek sungai, gunakan mode 4H supaya mobil tidak kehilangan daya cengkeram.

Sumber : id.motor1.com

viewed :: 1391
Pasang banner ? hubungi : widipriono@gmail.com

Berita Terkait Lainnya :