21 Juli 2021
SPORTS MOTOR

Setiap Balapan WSBK 2021 Suguhkan Model Persaingan Berbeda



Seri Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK) 2021 baru empat putaran digelar. Namun, nuansa persaingan yang muncul di setiap balapan selalu berbeda.

Eksplosif. Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan empat putaran atau 12 race awal WSBK 2021 yang sudah dilangsungkan.

Juara dunia enam musim terakhir, Jonathan Rea (Kawasaki Racing Team WorldSBK) memang mampu menyapu bersih seluruh sesi super pole. Tetapi, pebalap asal Irlandia Utara tersebut terlihat tidak lagi terlalu mendominasi saat lomba.

Saat ini, para pebalap tengah menantikan balapan kelima di TT Circuit Assen, Belanda, yang akan digelar pada 24-25 Juli mendatang. Yang pasti, setelah empat balapan, rivalitas baru mulai terbentuk.

Kompleksitas persaingan dan para bintang dengan potensinya masing-masing mulai mencuat. Itulah yang terlihat dari empat putaran awal WSBK 2021. Publik masih akan disuguhkan banyak jenis persaingan berbeda karena WSBK musim ini akan digelar dalam 13 putaran.


Pada putaran pertama di Aragon, Spanyol, 22-23 Mei lalu, isu utama para pebalap adalah persoalan ban pasokan Pirelli, SCX dan SC0. Semua isu ban menguap begitu saja saat hujan turun pada lomba Minggu sehingga pebalap harus turun dengan ban basah atau intermediate.

Jonathan Rea dan rival terberatnya Scott Redding (Aruba.it Racing – Ducati) mendominasi lomba. Tetapi, tantangan dari sejumlah pebalap membuat persaingan menarik.

Rekan setim Rea, Alex Lowes, Toprak Razgatlioglu (Pata Yamaha with BRIXX WorldSBK), duet BMW Motorrad WorldSBK Team Tom Sykes-Michael van der Mark, dan bintang asal Amerika Serikat Garrett Gerloff (GRT Yamaha WorldSBK Team) – yang bersenggolan dengan Rea di Race 2 – memberikan gambaran kepada penggemar bakal seperti apa potensi persaingan musim ini.


Persaingan bertambah panas pada balapan kedua di Sirkuit Estoril, Portugal, sepekan berselang. Sekali lagi, Redding dan Rea berduel sangat sengit, khususnya di Race 2.

Sejumlah insiden juga mewarnai Race 2 saat sejumlah pebalap melakukan jump start. Senggolan keras juga terjadi antara Gerloff dan Michael Ruben Rinaldi (Aruba.it Racing – Ducati) pada lap 2.

Dengan semua drama yang terjadi pada dua putaran awal, gambaran seperti apa persaingan di WSBK mulai terlihat. Tetapi, persaingan pada balapan berikutnya justru semakin gila.


Pada WSBK Italia di Misano World Circuit “Marco Simoncelli”, giliran para pebalap muda menggebrak. Local hero, Rinaldi, menghentak dengan memenangi Race 1 dan Superpole Race. Sementara, Razgatlioglu menguasai Race 2 yang menjadi kemenangan pertamanya musim ini.

Rinaldi dan Razgatlioglu langsung menjadi perbincangan karena keduanya mampu mengalahkan langsung Jonathan Rea. Setelah itu, banyak asumsi yang menyebut Rea mulai terlihat grogi saat ditekan dan tidak setenang seperti musim-musim sebelumnya.


Pergantian pemimpin klasemen terjadi di WSBK Inggris. Anggapan bila Sirkuit Donington Park yang selama ini menjadi kekuasaan para pebalap Inggris, sama sekali tidak mengganggu Razgatlioglu.

Start dari grid ke-13 pada Race 1, pebalap asal Turki itu langsung mampu memimpin lomba satu setengah lap berselang. Pada Race 2, tekanan terus menerus terhadap Rea membuat sang juara membuat kesalahan di area Coppice.

Podium utama di Race 2 bukan hanya menjadi kemenangan ketiga bagi Toprak Razgatlioglu namun juga membuatnya mampu menggeser Jonathan Rea dari puncak klasemen. Kendati begitu, Razgatlioglu belum bisa tenang karena hanya unggul dua poin dari Rea. 

WSBK Inggris juga menjadi bukti kebangkitan para pebalap BMW setelah Sykes dua kali naik podium – P2 Superpole Race dan P3 Race 2 – sedangkan Van der Mark finis di podium ketiga pada Superpole Race.

Sumber : id.motorsport.com

viewed :: 145

Berita Terkait Lainnya :