21 Juli 2021
SPORTS MOBIL

Tak Ada Balapan SUPER GT 2022 Di Luar Jepang



SUPER GT tidak akan menggelar balapan di luar Jepang pada 2022. Ini menjadi kali ketiga seri balap sportscar paling bergengsi di Jepang itu melangsungkan balapan full di dalam negeri.

Masaaki Bandoh, chairman GT Association (GTA), promotor SUPER GT, pada Minggu (18/7/2021) mengumumkan kabar tersebut jelang putaran ketiga musim 2021 di Motegi.

Akibat dari pandemi Covid-19, GTA harus membatalkan balapan yang rencananya akan digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, dan Buriram, Thailand, tahun lalu.

Kedua negara Asia Tenggara tersebut juga tidak masuk ke dalam kalender balap musim ini karena larangan bepergian yang masih diterapkan oleh Malaysia dan Thailand.

Pada akhirnya, SUPER GT menyelenggarakan delapan balapan di enam lintasan ikonik Jepang, dengan Fuji Speedway dan Motegi jadi tuan rumah dua balapan, kemudian Okayama, Suzuka, Sugo dan Autopolis masing-masing menggelar satu balapan.

Bandoh mengatakan bahwa jadwal tahun depan hampir mirip dengan kalender balap tahun ini. Namun, perubahan akan ada di Suzuka dan Motegi, yang mana kali ini giliran Suzuka yang menggelar dua lomba.

"Kami memutuskan bahwa masih sulit untuk pergi ke Malaysia dan Thailand di tengah situasi seperti sekarang. Kami juga telah merencanakan delapan balapan lagi tahun depan," ujar Bandoh.

"Kami memberikan fokus lebih ke penentuan balapan pembuka musim, tapi sepertinya kami akan membuka musim depan sama seperti musim ini, di Okayama, kemudian Fuji dan Suzuka akan menggelar dua balapan dan sisanya satu balapan."

Pun begitu, Bandoh tidak sepenuhnya menutup pintu SUPER GT untuk Malaysia dan Thailand. Keduanya bisa kembali masuk kalender balap di musim 2023.


"Kami ingin menggelar balapan terakhir tahun depan di bulan Desember, kemudian mencoba balapan di tempat yang hangat (di luar Jepang)," katanya.

"Jika kami bisa mengirim seluruh mobil kami ke luar negeri pada Desember, mungkin kami bisa melangsungkan balapan musim dingin di Malaysia dan Thailand pada Januari atau Februari.

"Kemudian kami akan membawa mobil-mobil kami kembali ke Jepang pada Maret, menggelar tes pramusim dan memulai balapan pertama (di Okayama) pada April.

"Dengan skema seperti itu, kami akan mulai menggelar balapan di Okayama pada pekan ketiga bulan April. Kami benar-benar ingin mencoba skema seperti itu di 2023."

Mengakhiri pernyataannya, Bandoh mengaku tertarik untuk menggunakan format jeda musim panas seperti Formula 1. Namun, hal tersebut masih sebatas pertimbangan saja.

Sumber : id.motorsport.com

viewed :: 146

Berita Terkait Lainnya :