27 Juli 2021
SHOWROOM MOTOR

Honda CL175K0 Scrambler, Restorasi Apik Dari Lawless Jakarta



Ini salah satu hasil terbaik dari Lawless Jakarta yang bermarkas di Jl. Kemang Selatan VIII, Kemang, Jakarta Selatan. Pengerjaannya lebih ke arah restorasi ketimbang modifikasi pada motor kombinasi dari dua generasi CB Series ini. Yusuf Abdul Jamil dari Lawless Jakarta menggabungkan dua model CB175SS Cruiser dan CL175K0 Scrambler.

Warnanya merah dan chrome, hasil restorasinya apik, mulus. Motor yang terkesan klasik ini milik Heret Frasthio. Kata Ucup, sapaan Yusuf Abdul Jamil, beberapa komponen dibawa langsung dari Jepang oleh pemiliknya macam knalpot, jok dan tangki. "Knalpot, jok dan tangki dia bawa dari sana. Soalnya tiga perangkat itu bikin hitungan jadi pas," kata Ucup.

Seperti pada hasil karyanya, Ucup tak pernah melepas hal yang namanya detil, ketelitian dan hasil akhir yang bikin tampilan motor lebih mak nyuss. Hasilnya, motor ini terlihat seperti aslinya. Kuncinya, Ucup harus benar-benar paham seluk beluk CB yang punya banyak seri itu.

Sebisa mungkin Ucup mempertahankan tampilan yang original dari CB ini. Lihat saja detil foto-fotonya, beberapa komponen masih asli sampai ke baut-baut mesinnya. Urusan baut, Ucup mengaku dibantu oleh temannya yang kolektor motor antik. Maklum, kepala baut jaman sekarang berbeda dengan kelapa baut jaman dulu yang ada angka-angkanya sesuai ukuran bautnya.

Perhatikan garis desainnya dari ujung lampu depan sampai ujung lampu belakang, dari atas tangki sampai bagian bawah mesin, semua berpadu harmonis. Rata-rata komponen yang nyelip di Scrambler ini ori Jepang. Leher knalpot yang meliuk dari mesin dua slinder dan berpadu jadi satu di bawah cover mengalir di bawah jok, terlihat menggoda. Dijamin, saat melihat motor ini, knalpotnya pasti jadi komponen yang pertama dilihat.

Mesin dua silinder, masing-masing silinder punya karborator. Sementara sisa pembakarannya dibuang lewat masing-masing knalpot yang menyatu di ujungnya. Di sini kejelian Ucup dalam menyeting dua karburator untuk dua silinder berbeda itu dituntut supaya kinerjanya sama. Pasalnya, masing-masing silinder punya knalpot berbeda, menyatu di moncongnya, bukan di lehernya atau satu perut kenalpot dengan dua leher sowang.

"Harusnya pakai alat digital buat mengukur gas buang, biar tiap silinder sama settingannya dari karbu. Tapi gw pake feeling aja," cuapnya sambil ketawa. "Untung bisa langsam normal dengan spuyer sama di kedua karbunya," kata Ucup.

Eh iya, jeroannya sedikit disenggol dalam restrorasi ini dimana Ucup mengganti piston dengan Suzuki Shogun yang jadinya 220 cc atau setiap silinder 110 cc.  [w33]


viewed :: 15351

Berita Terkait Lainnya :