22 Juli 2021
SHOWROOM MOTOR

Harley-Davidson Road Glide Ultra 2012 Orange



Panas dan bergairah. Kesan yang muncul dari Harley-Davidson Road Glide Ultra 2012 ini ketika pertama kali tersapu pandangan mata. Warnanya oranye menyala, bodi lebih ceper sekaligus bangor dengan ubahan di beberapa bagian secara kustom. Pantatnya seksi, dengan roda depan lebih besar. Kebetulan, yang menungganginya juga berbodi besar, terasa makin klop.

Setan api
Inilah duet Aji Kurniawan dan sepeda motornya yang diberi nama El Diablo El Fuego. Dari bahasa Spanyol, "el diablo" berarti "setan" dan "el fuego" adalah api. Namun Aji lebih tegas menyebut sepeda motornya sebagai raja setan penghuni neraka. "Dari dulu saya suka yang seram-seram atau imej gelap, termasuk tato. Saya ingin bawa ke sepeda motor juga," urainya kepada KompasOtomotif.

Ternyata oranye adalah warna dasar. Arek Suroboyo itu mengatakan bodi si raja setan bakal diberi gambar-gambar lebih seram menggunakan teknik pengecatan airbrush. Yang ada dalam pikirannya, motif lava pijar yang seolah-olah keluar dari neraka panas. Diyakini, dengan gambar itu tunggangannya akan semakin menyolok mata. "Nabung dulu buat airbrush," candanya.

Alasan lain adalah ingin lebih mudah dikenal dan gampang ditemukan, khususnya ketika melakukan thunder ride. Oranye yang dipilih diakui Aji beda dengan warna dari pabrikan. Yang ini lebih terang, menggunakan semburan cat dari Spies Hecker berjenis arancio argos, sama seperti oranye Lamborghini.

Tapi sebelumnya, Aji lebih dulu minta bantuan Tedja Widjaja dari Imagineering Custom di Gading Kirana Barat VI, Kelapa Gading, Jakarta Utara, untuk membuat Harley-nya lebih bangor. Tampang bagger dirasa cocok, karena lebih ceper dan kaki sangat nyaman menapak ke tanah. "Menurut saya, bagger itu keren. Bannya besar di depan, tapi bad ass di bodi belakang," celetuknya.

Harga gak enteng
Berdasar keinginan itu, Tedja langsung melakukan operasi wajah. Kerangka asli dipertahankan, namun rake (sudut kemiringan) dibikin 40 derajat satu set dengan suspensi diambil dari produk Arlen Ness. Pelek depan SMT Machines 23 inci dibalut ban Avon Cobra 23/130/60. Spakbor dan upper fork kustom.

"Rake 40 derajat nggak cuma bikin sepeda motor lebih keren, tapi handling-nya jadi sangat enteng. Ada yang lebih enteng lagi 45 derajat, tapi harganya nggak enteng. Malah tiga kali lebih mahal," koar pengusaha carwash di Jakarta itu.

Hampir semua bagian dibikin ulang, seperti setang, tangki bahan bakar, penutup samping, tempat barang (saddle bag), spakbor dan lampu belakang. Fairing bagian bawah tetap menggunakan milik Road Glide Ultra yang gemuk. Tapi tameng anginnya memakai merek Klock Werk dengan pinggiran Kuryakyn.

Lainnya, aksesori. Paul Yafee ada di penutup lampu depan dan pijakan kaki. Arlen Ness di kaca spion dan pemutar gas. Jok Lepera, sementara pipa gas buang belakang menggunakan VnH model pucuk senapan otomatis.      .....  (w33)


viewed :: 15665

Berita Terkait Lainnya :