|
07 Juli 2025
SPORTS - MOTOR
Aprilia Kembangkan Penstabil Bagian Belakang RS-GP
![]() Aprilia melanjutkan pengembangan RS-GP tanpa henti. Di MotoGP Belanda, elemen aerodinamis baru terlihat lagi dalam Sprint Race di mana Marco Bezzecchi kembali ke podium.Perangkat yang terlihat di belakang kaki pengendara memiliki beberapa fungsi: mari coba memahami untuk apa profil tersebut dapat digunakan. Aprilia terus berkembang: kerja keras Fabiano Sterlacchini, direktur teknis, dan Marco De Luca, pemimpin proyek, tak kenal lelah, namun hasilnya mulai terlihat ketika Marco Bezzecchi membawa RS-GP kembali naik podium di balapan Sprint di Assen. Skuad asal Noale ini, meskipun terlibat dalam kasus Jorge Martin yang sangat merusak dan tidak adil dalam iklim tim, mengukuhkan diri sebagai penantang pertama Ducati. Posisi kelima Bezzecchi di grid untuk GP Belanda mengindikasikan bahwa staf tim yang berbasis di Venesia ini telah menemukan cara untuk membuat pengendalian motor hitam tidak terlalu kritis, sehingga lebih efektif. ![]() Marco Bezzecchi, Aprilia Racing Di Assen, kami melihat solusi aerodinamis lain yang sangat menarik, yang sebelumnya telah digunakan secara singkat di Mugello. Solusi ini berupa komponen baru yang muncul di belakang kaki pengendara dan menimbulkan perhatian karena pendekatannya yang tidak biasa dalam mengelola aliran udara di sekitar bagian tengah motor saat melaju di lintasan. Konveyor aliran tersebut memiliki bentuk yang mirip dengan slot yang biasanya terlihat pada ujung depan fairing. Walau dimensinya lebih kecil dari slot fairing biasa, bentuk ini tetap penting karena memiliki fungsi strategis dalam memodifikasi arah dan tekanan udara yang masuk ketika motor dalam posisi tegak lurus. Ketika motor berada dalam posisi tegak, elemen ini sangat membantu mengatur aliran udara agar tidak langsung menghantam tubuh pengendara. Dengan begitu, tekanan dari angin dapat diredam dan dialirkan secara lebih terkontrol ke area yang diinginkan, meningkatkan kenyamanan sekaligus efisiensi aerodinamis. Namun, peran utamanya justru muncul saat motor sedang berada di tikungan. Pada kondisi ini, elemen baru tersebut dirancang untuk menambah kestabilan bagian belakang motor. Stabilitas ini sangat krusial karena membantu menjaga traksi dan keseimbangan saat motor miring dan beban berpindah ke sisi luar ban. Di sisi lain, Aprilia terlihat mengarahkan penelitian mereka dalam terowongan angin bukan hanya sekadar mencari tambahan beban aerodinamis, tetapi juga fokus pada kenyamanan dan efisiensi pengendara saat di atas motor. Fokus ini menjadikan pendekatan mereka lebih holistik dibandingkan semata mengejar kecepatan. Salah satu tujuan utama dari riset ini adalah mengurangi panas yang berasal dari mesin yang kerap menghantam tubuh pengendara. Panas tersebut bisa sangat mengganggu, terutama dalam balapan panjang, dan mengganggu konsentrasi serta ketahanan fisik sang rider sepanjang lomba. Dengan meminimalkan panas tersebut, pengendara bisa tetap fokus dan mempertahankan performa optimal. Selain itu, elemen aerodinamis baru ini juga membantu menstabilkan bagian belakang motor saat pengereman, di mana distribusi bobot sangat menentukan kendali dan kecepatan masuk tikungan. Sumber : id.motorsport.com
Berita Terkait Lainnya :
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]() |
