22 Mei 2020
TIPS MOBIL

Agar Mobil Tidak Mogok Saat Macet


Banyak hal ditakuti pengemudi ketika terjadi kemacetan. Selain khawatir kehabisan bahan bakar, mimpi buruk yang membayangi saat kemacetan adalah naiknya temperatur mesin, pemicu mobil mogok.

Nah, untuk menghindari terjadinya panas mesin berlebihan, salah satu cara yang perlu dilakukan adalah memperhatikan kondisi cairan pendingin mesin (coolant) pada radiator.

Collant atau biasa disebut sebagai antipembekuan merupakan cairan hasil campuran ethylene atau propylene glycol dan air. Biasanya rasio perbandingan zat mineral itu berkisar 50/50.
Perlukah Mengganti Coolant?

Ya, tindakan ini perlu dilakukan karena pemakaian coolant yang terlalu lama menyebabkan timbunan pasir. Pasir yang terlalu berlebihan sanggup menurup sistem saluran pendinginan.
Mengapa Harus Dilakukan?

Dalam fase tertentu, kualitas coolant bisa menurun akibat panas dan lingkungan yang kotor. Selain itu, korosi pada radiator jaga bisa mengakibatkan terjadinya pengendapan kotoran pada coolant.
Apa yang Terjadi Bila Tidak Dilakukan?

Pengendapan kotoran yang terlalu banyak berpotensi menutup sistem saluran pendingin, sehingga menyebabkan arus pendinginan mesin terganggu. Bila hal ini terjadi, mesin mudah panas dan memicu mogok. Kalau sudah begini, rentetan masalah lebih krusial pada mesin bisa terjadi. Anda tentu tak ingin mengeluarkan kocek lebih banyak untuk hal tersebut.
Berapa Interval Penggantian Coolant?

Lakukan pengecekan coolant secara berjangka. Dalam buku manual kendaraan umumnya tertulis berapa interval penggantian coolant.

Namun ada cara paling mudah untuk mengetahui kondisinya. Kualitas coolant terbilang baik apabila di saat mesin dingin, level coolant pada tabung cadangan tidak melebihi ambang garis batas minimum. Atau, ketika mesin panas, level coolant masih berada di bawah garis ambang maksimum.

viewed :: 11494
Berita Terkait Lainnya :