16 Mei 2019
CLUB MOTOR

Jakarta Vega Motor Club (JVMC )


Yamaha Riders Club (YRC) memiliki banyak anggota dari beberapa jenis atau dari merek Yamaha. Salah satunya adalah Jakarta Vega Motor Club atau JVMC adalah komunitas motor bebek 4 Tak ini yang punya perjalanan sejarah yang berliku.

Hingga kini JVMC sudah memasuki tahun ke Delapan dari banyaknya eskistensi klub motor yang kian menjamur jumlahnya. JVMC berdiri tahun 2003 yang dimulai dari empat orang sahabat yaitu Fendi, Nana, Aji dan Imam yang mencoba membuat sebuah komunitas motor dibilangan Jakarta Pusat. Akhirnya nama JVC (Jakarta Vega Club) terpilih untuk mewadahi komunitas motor ini. Setelah terbentuk, mereka mensosialisasikan club motor ini lewat pamflet dan informasi mulut ke mulut dan berhasil menjaring anggota sebanyak 15 orang. Kegiatan rutin mereka lakukan setiap malam minggu, dan saat melintasi kawasan Kalibata, Jakarta Selatan mereka berjumpa dengan komunitas motor Vega lain yakni VMC (Vega Motor Club). Setelah bertemu dan berkenalan, timbul ide untuk menggabungkan komunitas motor Vega, lewat perdebatan dan pembicaraan yang panjang, akhirnya club motor JVC dan VMC digabung menjadi satu dengan nama baru JVMC.

Setelah dua club motor ini bergabung menjadi satu dan resmi memakai nama JVMC pada 17 Desember 2004, jumlah anggota membengkak menjadi 80 orang. Setelah memiliki anggota yang cukup banyak, Fendi yang berposisi sebagai Ketua Umum berinisiatif untuk memasukan komunitas JVMC kedalam YRC. Setelah melengkapi dokumen dan proposal, April 2004 JVMC berada dibawah payung YRC hingga saat ini.

Pelebaran sayap dimulai, JVMC melingkupi wilayah Jakbar, Jaksel, Jaktim, Jakut, Jakpus, Depok dan Tangerang dan jumlah anggota makin banyak hingga berjumlah 208 anggota. Setelah resmi berdiri, JVMC melakukan touring perdana ke Lampung, kemudian disusul Cirebon, Yogyakarta, Tegal, Solo, Purwokerto, Semarang, Malang, Probolinggo, Palembang, Surabaya hingga Bali. Selain touring, JVMC juga peduli terhadap masyarakat yang kurang mampu. Mereka melakukan bakti sosial dengan menyambangi pondok pesantren di kawasan Sukabumi, Jawa Barat. Kemudian Yayasan Al Falah (Cirebon), korban banjir (Kalibata), korban kebakaran (Kemayoran), serta ikut menggelar acara Saur On The Road.

Besarnya nama JVMC karena kontribusi yang tak kenal lelah dari Trubus Aliando atau yang akrab disapa Boray yang saat ini menduduki jabatan sebagai Dewan Penasehat. Disamping Boray, sosok yang turut memajukan JVMC adalah Fauzar Effendi atau biasa disapa Fendi. Dengan jasanya, JVMC sukses dikenal disemua kota yang disinggahi saat melakukan touring. Selain itu, bagi anggota yang indisipliner akan mendapatkan sanksi, namun yang tidak bisa ditolerir dan anggota bisa langsung dipecat manakala terlibat narkoba. "JVMC mengharamkan narkoba dan setiap ada anggota yang terlibat kita langsung pecat dan tanggalkan semua atribut yang berhubungan dengan JVMC," terang Fendi yang ditemui di Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.

Lelaki kelahiran Probolinggo 14 April 1979 ini mengaku kalau syarat menjadi anggota JVMC sangatlah mudah. Selain wajib memiliki motor Vega, calon anggota harus memiliki kelengkapan surat motor seperti STNK dan SIM, dan membayar uang pendaftaran sebesar 25 ribu rupiah. "Syarat menjadi anggota sangat mudah, selain punya motor Vega, calon anggota harus punya SIM. Dan yang asyiknya di komunitas ini tidak mengenal senioritas. Makanya kami berlakukan motto 'Senior(ty) Is Nothing," tambah karyawan GSD (Building Manajemen Telkom) ini.  [w33]

viewed :: 13063
Berita Terkait Lainnya :