15 November 2017
SHOWROOM MOTOR

Kawasaki KLX 150S Untuk Berkelana Di Hutan


Kawasaki KLX lansiran 2010 milik Ionie Dewa Brata membuat pria yang gemar menunggang kuda ini siap beraksi di dalam hutan. Untuk itu telah digubah khusus agar mampu melahap rintangan yang sulit.

Padahal pertama kali melihat tampilan KLX dalam kondisi standar, membuat Ionie sedikit ragu. "Maklum, waktu itu saya beli motor bekas. Tampilan aslinya memang sudah kekar, tapi saya tidak percaya diri saja, jika membawa motor ini ke dalam hutan," buka pria asal Solo, Jawa Tengah ini.

Atas dasar rujukan pemilik motor yang lama, Ionie bertemu dengan M. Ramlih punggawa 234 Motor. Disanalah Ionie curhat, ingin tampilan motornya seperti special engine (SE) agar nyaman ketika menjelajah hutan.

Proses modifikasi pun dimulai, langkah awalnya mengganti kaki-kaki KLX dengan limbah motorcross special engine, seperti sokbreker depan yang aplikasi Kawasaki KX85. "Agar motor terlihat lebih kekar, sok depan saya tinggikan 5 cm," ungkap Rudi sapaan akrab M. Ramlih.

Untuk bagian belakang, lengan ayun milik Yamaha YZ125 dipilih untuk menggantikan swing arm aslinya. Pasalnya jika dilihat dari wujudnya swim arm milik YZ125 ini punya tampilan gemuk, selain itu bentuk arm yang "ngangkang" bisa dijejali ban tapak lebar.

Lengan ayun tadi dikombinasikan dengan monoshock milik Honda CR85. Pada proses pemasangan sokbreker belakang kudu melalui proses penyesuaian seperti memapas dudukan atas sokbreker sebelah kanan. Selain itu, unitrack bawaan aslinya diganti dengan unitrack made in Rudi yang lebih tebal. Motode itu dilakukan agar sokbreker belakang bisa "nangkring" dengan nyaman.

Karena Rudi juga senang adventure menjelajah hutan dengan menggunakan berbagai merk motor trail, sehingga pria bertubuh kekar ini tahu betul akan kenyamanan motor yang sedang digarap, yang nantinya akan menjadi teman bermain di hutan. Makanya, ketika memodifikasi motor KLX ini Rudi mengubah dudukan footstep menjadi lebih mundur 4 cm.

"Dudukan footstep Kawasaki KLX saya rasa terlalu ke depan, makanya saya bikin mundur posisi footstepnya sehingga sejajar dengan rangka tengah. Tujuannya untuk mencari kenyamanan, karena dengan dudukan footstep yang sejajar dengan sasis tengah, maka pengendara bisa menjaga handlingnya dengan baik, sebab pengendara bisa mengapit motor dengan kakinya," beber ayah satu anak ini.

Nah, kelar urusan kaki-kaki. Rudi mengarah pada performa motor agar galak ketika melahap trek berat. Caranya dengan mengganti gearset dengan perbandingan 13/55. "Gear belakang pakai Expedition 55 mata gear sedangkan gear depannya pakai punya KLX hanya mata gearnya 13, sedangkan mata gear depan bawaan motor berjumlah 14," bilang Rudi yang bengkelnya berada di Jl. Limo Raya (Samping Universitas UPN Veteran) Limo, Cinere, Depok, Jawa Barat.

Sekarang tinggal urusan tampilan motor, bodi asli Kawasaki KLX masih dipertahankan. Hanya dipadukan dengan fender depan KTM 2014, agar tampilan motor SE semakin terpancar.

Setelah kelar semuanya, Ionie semakin percaya diri kala membawa tunggangannya blusukan ke dalam hutan. Apalagi pada sesi pemotretan, pria berjenggot ini bak pebalap motorcross yang gape melahap trek keriting. Kalau main ke hutan ajak-ajak ya. Hehehe [w33]

Data Modifikasi
Ban depan: Maxxis 80/100-21
Ban belakang: Maxxis 100/100-21
Setang: Renthal

viewed :: 12042
Berita Terkait Lainnya :