15 November 2017
SHOWROOM MOBIL

Audi Q3 2.0 TFSI Quattro - Berbalut DNA Reli


Audi Q3 merupakan SUV dengan dimensi terkecil dibandingkan Q5 dan Q7, namun kemampuannya tak patut diremehkan. Apalagi tipe 2.0 TFSI ini masih menggunakan sistem penggerak empat roda khas Audi, yang disebut Quattro. Dibandingkan tipe Q3 lainnya yang lebih anyar, dengan kapasitas 1.400 cc yang hanya menggunakan penggerak roda depan.

Didasari sistem penggerak dan daya mesin yang dihasilkannya, Q3 bukanlah sebuah softroader, istilah untuk SUV yang hanya bermain di jalanan becek atau sedikit licin saja. Audi Q3 ini mampu melewati permukaan jalan yang lebih dari sekadar licin karena siraman hujan atau salju.

Penggerak empat rodanya, memang tak seperti beberapa SUV lain yang menyematkan sistem pembagi torsi antara depan dan belakang yang dinamis, atau bahkan dengan rasio gigi yang lebih rendah, yang berguna kala melewati permukaan jalan superjelek alias off-road.

Melihat sistemnya, permukaan jalan gravel atau agak berlumpur masih bisa dilewati dengan SUV ini, sebab, DNA reli yang dibawanya masih sanggup bertarung di permukaan jalan tersebut, dan siapa pun tahu kalau Audi Quattro sempat menjadi juara dunia reli di era '80-an dengan sistem penggerak roda legendaris itu.

Tetapi, tentunya sangatlah jarang pengguna SUV ini menembus jalanan berlumpur dengan obstacle yang cukup berat. Penggunaan sistem Quattronya menjadi sebuah keunggulan dalam stabilitas dan pengendalian.

Audi, boleh dibilang selalu memberikan kesenangan yang sama dari setiap variannya. Baik itu sedan, station wagon, hingga SUV akan mendapatkan sebuah kesenangan yang serupa. Segala yang ada pada kabinnya, selalu menjadi driver-oriented, semua terfokus pada pengemudinya. Baik instrumen yang tersedia, hingga tentunya hal paling personal dari seorang pengemudi, yaitu penyetelan bangku dan setir. Penyetelan pada Audi mampu memberikan nilai ergonomis untuk segala bentuk postur pengemudi yang ada di dunia, semua akan merasakan kenyamanan yang sama.

Kendali soal kontrol audio dan lainnya bisa diperoleh di lingkar setir, dan kalaupun di tempat berbeda, akan mudah dijangkau oleh pengemudi. Seperti salah satu kelengkapan yang ada pada Audi Q3 ini. Soal pengendalian tingkat agresifitas mobil, yang dapat diatur dalam Audi Drive Select, ada pilihan Comfort, Dynamic dan Auto. Semuanya hanya diatur dari tombol di konsol tengah yang mudah dijangkau. Sistem ini mengatur karakter pada mesin, transmisi S-Tronic dan juga bobot setir.

Pengemudi memang dimanjakan oleh Audi, selain pilihan tersebut di atas, mesin berkapasitas 1.984 cc empat silinder dengan pasokan bahan bakar injeksi langsung plus turbocharger, menghasilkan tenaga cukup besar, yaitu daya puncak 211 dk dengan torsi maksimum mencapai 300 Nm! Tenaga segitu, disalurkan melalui transmisi otomatis  DSG 7 percepatan dengan pilihan Sport dan Manual. Sungguh mengasyikkan, bukan?

Untuk gaya mengemudi agresif, Audi Q3 dapat memenuhi hal tersebut dengan segala fitur dan perlengkapannya, dari berhenti hingga mencapai kecepatan 100 km/jam, hanya membutuhkan 6,9 detik saja! Tentu tenaga dari mesin tersalurkan ke roda tanpa kehilangan waktu akibat wheelskid atau selip, karena keempat rodanya memiliki traksi yang cukup untuk membawa mobil segera melaju. Kontrol traksi juga membantu pencapaian waktu tersebut.

Adaptasi terhadap perilaku pengemudi, juga bisa dipelajari dari sistem komputernya. Ketika ingin mengemudi santai, seolah mendapatkan bisikan, Audi Q3 pun langsung menyesuaikan diri dengan perpindahan gigi yang terjadi di putaran rendah, hanya sekitar 1.200 rpm saja, lantas injakan gas pun tidak seresponsif ketika mengemudi agresif.

Pilihan lain, dengan menyetel Audi Drive Select pada mode Comfort saja. Tarikan akan selalu berlangsung halus. Dengan karakter ini, konsumsi bahan bakar pun cukup irit. Di dalam kota Jakarta, konsumsi seliter bensin beroktan 95, mencapai 9 km, sementara untuk jalan tol, sanggup mencapai jarak 16 km per liternya. Tentunya berkat kecepatan konstan 100 km/jam dengan putaran mesin 1.900 rpm.

Sayangnya kemampuan oke ini masih terasa minim ketika melihat pada dasbor yang tampilannya sederhana. Bahkan dibandingkan mobil Korea sekalipun. Fiturnya sangat standar, hanya terdiri dari audio dan panel pendingin kabin. Walau layar MID pop-up cukup bagus dan jelas, hanya monitornya tidak menampilkan kamera belakang yang memberikan gambar ketika mundur. Begitu pun fungsi navigasinya, tak ada.

Memang, buat sebagian orang tampilan interior Audi Q3 ini tampak kurang mewah. Maklum saja, SUV seharga Rp 935 juta ini ditujukan untuk kaum eksekutif muda yang masih senang mengemudi sendiri, juga tak ingin terlalu menonjol dari penampilan yang tetap berkelasnya. [w33]

viewed :: 1944
Berita Terkait Lainnya :